Lombok Barat Jadi Laboratorium AI untuk Deteksi Dini Risiko Kehamilan
Peneliti Indonesia dan Australia mengembangkan sistem AI untuk mendukung layanan kesehatan ibu dan anak berbasis data digital.
Ringkasan Berita:
- Peneliti Indonesia dan Australia mengembangkan sistem AI untuk mendukung layanan kesehatan ibu dan anak berbasis data digital.
- Teknologi telah diuji menggunakan 12.000 data ibu hamil dan melibatkan 40 bidan di Puskesmas Narmada, Lombok Barat.
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK BARAT - Ribuan data ibu hamil di Indonesia kini mulai dianalisis menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membantu mendeteksi risiko kesehatan lebih dini.
Inovasi ini dikembangkan melalui kerja sama Summit Institute for Development (SID), CSIRO Australia, Universitas Mataram, dan BRIN sebagai upaya memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak berbasis data digital.
Penelitian yang didukung program KONEKSI tersebut mengusung tema “Expanding Agenda of Digitising Integrated Digital Primary Healthcare Using AI Deep Learning Neural Networks to Predict Compliance Behavior in a Community and Healthcare Delivery Performance”.
Inisiatif ini bertujuan mendorong layanan kesehatan primer yang lebih responsif, efisien, dan berbasis data.
Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Kabupaten Garut, Jawa Barat, sebagai upaya menjawab berbagai tantangan kesehatan ibu dan anak yang masih dihadapi Indonesia.
Selain tingginya angka kematian ibu dan bayi, tenaga kesehatan di tingkat komunitas juga masih dibebani proses pencatatan dan pelaporan data kesehatan yang sebagian besar dilakukan secara manual.
Melalui penelitian tersebut, tim mengembangkan sistem digital yang mampu mengubah data tulisan tangan dalam Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) menjadi data digital yang terstruktur dan mudah dianalisis.
Teknologi ini diharapkan dapat membantu bidan dan tenaga kesehatan mengurangi beban administrasi sehingga lebih fokus memberikan pelayanan kepada ibu dan bayi.
“Tujuan utama kami adalah memastikan data kesehatan yang selama ini tersebar dan tercatat secara manual dapat dimanfaatkan secara lebih efektif untuk mendukung pengambilan keputusan dan pemantauan kesehatan ibu secara dini,” kata CEO Summit Institute for Development sekaligus Ketua Proyek Penelitian, Yuni Dwi Setiyawati dalam keterangan rersmi, Jumat (12/6/2026).
Baca juga: DPRD Kota Mataram Desak Pemkot Atasi Kehamilan Remaja Sosialisasi Bukan Langkah Konkret
Selain digitalisasi data, tim peneliti juga mengembangkan sistem AI yang mampu menganalisis konsultasi kesehatan melalui WhatsApp dan layanan call center. Teknologi tersebut digunakan untuk memahami kebutuhan pasien, pola pencarian layanan kesehatan, serta tindak lanjut yang diperlukan.
Pada tahap berikutnya, sistem AI akan dikembangkan untuk membantu mengidentifikasi risiko kesehatan ibu sejak dini sehingga intervensi medis dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Hasil uji coba yang melibatkan sekitar 12.000 data ibu hamil di Lombok dan Garut menunjukkan potensi teknologi tersebut dalam mengidentifikasi pola risiko kehamilan serta akses terhadap layanan kesehatan.
Sistem ini juga telah diujicobakan bersama 40 bidan di Puskesmas Narmada, Lombok Barat.
“Kolaborasi ini mempertemukan keahlian Indonesia dalam implementasi layanan kesehatan komunitas dengan keahlian Australia dalam kecerdasan buatan dan teknologi kesehatan digital. Kemitraan seperti ini penting untuk menghasilkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus berkelanjutan,” ujar Yuni.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/KESEHATAN-IBU-HAMIL-DI-LOMBOK-BARAT.jpg)