Kamis, 11 Juni 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Banjir Rob di Pesisir Lombok dan Bima 11-19 Juni 2026

BMKG memperingatkan potensi banjir rob di pesisir Lombok dan Bima pada 11–19 Juni 2026.

Tayang:
Editor: Idham Khalid
TRIBUNLOMBOK.COM/Ahmad Wawan Sugandika
PEMASANGAN RIPRAP – Penampakan batu beronjongan atau riprap di wilayah pesisir Bintaro, Ampenan, Senin (5/1/2026). BMKG memperingatkan potensi banjir rob di pesisir Lombok dan Bima pada 11–19 Juni 2026. 
Ringkasan Berita:
  • BMKG memperingatkan potensi banjir rob di pesisir Lombok dan Bima pada 11–19 Juni 2026.

  • Pasang maksimum mencapai 2,1 meter dengan sejumlah wilayah pesisir masuk kategori rawan terdampak. 
 

 

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah pesisir Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, khususnya kawasan pesisir Bima.

Peringatan tersebut berlaku mulai 11 Juni 2026 pukul 08.00 WITA hingga 19 Juni 2026 pukul 20.00 WITA.

Berdasarkan prakiraan BMKG, wilayah perairan Lembar diperkirakan mengalami kondisi cuaca cerah hingga hujan ringan dengan arah angin dominan dari timur hingga selatan berkecepatan 5–20 knot.

Tinggi gelombang diperkirakan berkisar antara 0,5 hingga 2,5 meter dengan pasang maksimum mencapai 2,0 meter pada pukul 07.00–14.00 WITA.

Sementara itu, wilayah perairan Sape diprakirakan mengalami cuaca cerah hingga hujan ringan dengan arah angin timur hingga selatan berkecepatan 5–25 knot.

Tinggi gelombang juga diperkirakan berada pada kisaran 0,5–2,5 meter, dengan pasang maksimum mencapai 2,1 meter pada pukul 07.00–15.00 WITA.

Baca juga: 3 Rumah di Lombok Utara Hanyut Akibat Banjir Bandang

BMKG menyebutkan sejumlah wilayah pesisir berpotensi terdampak akibat pasang air laut maksimum. Di Pulau Lombok, kawasan yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, dan Labuhan Lombok.

Sementara di Pulau Sumbawa, wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Sumbawa dan Labuhan Badas. Adapun di wilayah Bima, potensi dampak dapat terjadi di Palibelo, Woha, Bolo, Langgudu, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu’u, dan Asakota.

BMKG mengimbau masyarakat yang bermukim di kawasan pesisir, bantaran sungai, maupun daerah rendah untuk tetap waspada dan siaga terhadap kemungkinan dampak pasang air laut maksimum yang dapat memicu banjir rob.

Masyarakat juga diharapkan terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi gelombang laut terkini melalui kanal informasi resmi BMKG guna mengantisipasi risiko yang dapat ditimbulkan selama periode peringatan berlangsung.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved