Kamis, 11 Juni 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Unram Perkenalkan Teknologi Biodigester Berbasis IoT untuk Kelola Sampah Kampus

Unram meluncurkan Portable Biodigester untuk mengolah sampah organik menjadi energi terbarukan sebagai bagian dari program kampus berkelanjutan.

Tayang:
Editor: Idham Khalid
Humas Unram
PENGOLAHAN SAMPAH - Penampakan alat Portable Biodigester di Food Court Unram, Selasa (9/6/2026). Inovasi tersebut dikembangkan untuk mengolah sampah organik menjadi energi terbarukan dan mendukung terwujudnya kampus berkelanjutan. 

Ringkasan Berita:
  • Unram meluncurkan Portable Biodigester untuk mengolah sampah organik menjadi energi terbarukan sebagai bagian dari program kampus berkelanjutan.

  • Teknologi hasil kolaborasi Unram, BRIDA NTB, dan Yayasan Rumah Energi ini berpotensi diterapkan lebih luas di kampus maupun masyarakat sebagai solusi pengelolaan sampah dan energi. 

 

TRIBUNLOMBK.COM, MATARAM - Universitas Mataram (Unram) meluncurkan Portable Biodigester di Food Court Unram, sebagai langkah konkret dalam mengelola sampah organik menjadi energi terbarukan sekaligus memperkuat komitmen menuju kampus berkelanjutan, Selasa (9/6/2026).

Inovasi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Unram, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Yayasan Rumah Energi.

Kehadiran teknologi ini diharapkan menjadi solusi pengelolaan limbah berbasis riset yang dapat diterapkan secara nyata dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unram menyebut peluncuran Portable Biodigester sebagai langkah awal dalam pengembangan inovasi energi hijau di lingkungan kampus.

“Inisiatif ini menunjukkan bagaimana riset, inovasi, dan kolaborasi dapat berjalan beriringan untuk menghasilkan solusi yang bermanfaat. Kami mengapresiasi dukungan BRIDA Provinsi NTB dan khususnya Yayasan Rumah Energi yang terus mendampingi pengembangan inovasi energi terbarukan di Unram,” ujarnya.

Rektor Unram, Prof Sukardi, mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan lingkungan, termasuk pengelolaan sampah.

“Kampus tidak hanya berbicara tentang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kita juga harus peka terhadap isu keberlanjutan. Inilah salah satu semangat kampus berdampak yang terus kita dorong,” katanya.

Menurut Sukardi, Portable Biodigester akan menjadi tahap awal pengelolaan sampah organik yang dihasilkan dari aktivitas harian di lingkungan kampus. Jika hasil uji coba selama satu bulan menunjukkan kinerja yang optimal, teknologi tersebut akan diperluas ke seluruh kantin di lingkungan Unram.

Ia menilai pengembangan biodigester sejalan dengan arah riset unggulan kampus yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.

Baca juga: Hampir Gagal Jadi Mahasiswa Unram, Deswita Dapat Kuliah Gratis Setelah Dikunjungi Dirjen Dikti

Komitmen hilirisasi hasil riset juga disampaikan Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi. Menurutnya, inovasi akan memiliki nilai lebih ketika dapat diterapkan secara langsung dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Hilirisasi tidak boleh berhenti pada tahap prototipe. Inovasi seperti biodigester ini memiliki potensi besar untuk diterapkan di desa-desa dan menjadi solusi pengelolaan sampah sekaligus energi. Inilah bentuk nyata dampak yang diharapkan dari kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Aryadi optimistis teknologi tersebut dapat terus dikembangkan hingga memiliki nilai tambah yang lebih luas, termasuk peluang perlindungan hak kekayaan intelektual serta replikasi di berbagai wilayah di NTB.

Sementara itu, Direktur Yayasan Rumah Energi, Dr. Apip Amrullah, menjelaskan bahwa teknologi yang digunakan merupakan smart biodigester yang mengintegrasikan pengolahan limbah organik dengan teknologi Internet of Things (IoT) dan panel surya.

“Teknologi ini dirancang agar semakin efisien dan berkelanjutan. Ke depan, kami akan terus mengembangkan sistemnya sehingga mampu memenuhi kebutuhan energinya sendiri. Dengan demikian, konsep energi hijau dapat diterapkan secara lebih optimal,” jelasnya.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved