Fenomena LGBT di Mataram
Cara Komunitas LGBT Mataram Terkoneksi Lewat Aplikasi Khusus
Penelitian UIN Mataram menemukan bahwa komunitas LGBT di Kota Mataram menjalani aktivitas sehari-hari seperti masyarakat umum.
Terkait klaim di media sosial mengenai adanya 'radar' atau insting kuat untuk mengenali sesama LGBT, Dr. Rosalina menyebut hal itu umumnya hanya bekerja secara internal di dalam lingkaran komunitas karena adanya keterbukaan (coming out).
Bagi masyarakat umum, keberadaan mereka cenderung tidak nampak nyata. Ia menegaskan, untuk mengetahui orientasi seksual seseorang secara akurat dan valid, tetap diperlukan rangkaian tes psikologis resmi, bukan sekadar tebakan visual di ruang publik.
Baca juga: Angka Kawin Cerai Tinggi dan Tabunya Edukasi Seks Jadi Faktor Pemicu LGBT di Mataram
| Angka Kawin Cerai Tinggi dan Tabunya Edukasi Seks Jadi Faktor Pemicu LGBT di Mataram |
|
|---|
| Dr Rosa Beberkan Keseharian Komunitas LGBT di Mataram, Pagi Jadi Laki-laki, Malam Ubah Penampilan |
|
|---|
| Riset UIN Mataram: Mayoritas Pelaku LGBT di Mataram Berpendidikan Tinggi dan Pekerja Profesional |
|
|---|
| Riset UIN Mataram Bongkar Pemicu LGBT: Dari Faktor Genetik hingga Trauma Pelecehan di Ponpes |
|
|---|
| Bongkar Fenomena LGBT di Mataram, Dr Rosalina Lakukan Observasi Mendalam Selama Dua Tahun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Dr-Rosalina-Utami.jpg)