Minggu, 31 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Haji 2026

Puncak Haji 2026: Tiap Kloter Didampingi Minimal Satu Dokter-Satu Perawat

Menteri Haji dan Umrah Moch Irfan Yusuf menjelaskan bahwa setiap kelompok terbang (kloter) didampingi minimal satu dokter dan satu perawat.

Tayang:
Tribunnews.com/Sri Juliati
KLINIK HAJI - Menteri Haji dan Umrah Moch Irfan Yusuf meninjau langsung Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) bersama Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Sabtu (23/5/2026). Irfan Yusuf menjelaskan bahwa setiap kelompok terbang (kloter) didampingi minimal satu dokter dan satu perawat. 

Ringkasan Berita:
  • Menteri Haji dan Umrah Moch Irfan Yusuf menjelaskan bahwa setiap kelompok terbang (kloter) didampingi minimal satu dokter dan satu perawat.
  • Untuk penanganan kasus darurat, Kemenhaj menyiapkan klinik-klinik di sejumlah titik lokasi yang dapat diakses jemaah sewaktu-waktu.

TRIBUNLOMBOK.COM - Memasuki fase puncak ibadah haji yakni pelaksanaan rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), pemerintah Indonesia menyiagakan lebih dari 1.200 tenaga kesehatan untuk memastikan jemaah mendapatkan pendampingan medis yang memadai di tengah padatnya puncak haji.

Menteri Haji dan Umrah Moch Irfan Yusuf menjelaskan bahwa setiap kelompok terbang (kloter) didampingi minimal satu dokter dan satu perawat. 

Di luar itu, sebanyak 419 petugas kesehatan dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi bersiaga di berbagai titik pelayanan strategis selama Armuzna berlangsung.

Untuk penanganan kasus darurat, Kemenhaj menyiapkan klinik-klinik di sejumlah titik lokasi yang dapat diakses jemaah sewaktu-waktu. 

Sementara untuk kondisi yang memerlukan penanganan lebih intensif, sistem rujukan ke rumah sakit pemerintah Arab Saudi telah dipersiapkan dan terus diperkuat.

Baca juga: Jemaah Wafat Wajib Mendapatkan Badal Haji dari Petugas yang Ditunjuk Pemerintah

"Kami memiliki klinik-klinik di sana untuk pelayanan darurat, namun tetap berkoordinasi dengan rumah sakit pemerintah Saudi. Pada kondisi tertentu, jemaah memang harus segera dirujuk ke fasilitas kesehatan setempat," jelas Irfan Yusuf usai meninjau langsung Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) bersama Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Sabtu (23/5/2026) dikutip dari laporan langsung Tribunnews di Makkah, Arab Saudi.

Angka Rawat Inap dan Kematian Turun

Irfan Yusuf melaporkan bahwa angka jemaah yang menjalani rawat inap maupun yang meninggal dunia selama musim haji tahun ini mengalami penurunan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Ia mengaitkan pencapaian ini dengan pengetatan prosedur pemeriksaan kesehatan pra-keberangkatan di Tanah Air, yang tahun ini diterapkan lebih konsisten dan komprehensif sehingga jemaah yang berangkat dalam kondisi fisik lebih baik.

"Pemeriksaan kesehatan di Tanah Air tahun ini relatif lebih ketat dibanding sebelumnya. Hasilnya, angka jemaah yang dirawat maupun yang meninggal turun drastis. Semoga kondisi ini dapat kami jaga hingga akhir musim haji," ungkapnya.

Regulasi Saudi yang Ketat dan Terus Berubah

Salah satu persoalan yang diakui secara terbuka Menteri Haji adalah ketatnya regulasi kesehatan yang diberlakukan pemerintah Arab Saudi, yang kerap mengalami perubahan dalam waktu singkat. 

Kondisi ini memaksa tenaga kesehatan Indonesia untuk terus beradaptasi secara cepat agar tidak melanggar ketentuan setempat sekaligus tetap memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah.

"Memang ada sejumlah tantangan terkait regulasi yang berlaku di sini. Namun para tenaga kesehatan terus berupaya menyesuaikan diri patuh pada aturan yang ada, sekaligus tidak mengorbankan kualitas layanan kepada jemaah," kata Irfan Yusuf.

Salah satu isu yang mencuat adalah skema safari wukuf atau layanan ibadah haji bagi jemaah sakit atau lanjut usia yang tidak dapat mengikuti wukuf secara mandiri. 

Irfan Yusuf menyebut bahwa secara resmi skema tersebut tidak diizinkan oleh otoritas Arab Saudi. 

Meski demikian, pihaknya tengah menjajaki berbagai kemungkinan yang tidak bertentangan dengan regulasi setempat dan saat ini masih dalam tahap koordinasi aktif dengan pemerintah Saudi.

Kesiapan Jelang Puncak Haji

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved