Haji 2026
Jarak Jamarat ke Tenda di Mina Capai 7 Kilometer Pulang-Pergi
Dari tenda terjauh di markas 12 menuju Jamarat, jarak satu arah mencapai sekitar 3,5 kilometer
Ringkasan Berita:
- Dari tenda terjauh di markas 12 menuju Jamarat, jarak satu arah mencapai sekitar 3,5 kilometer.
- bagi jemaah nafar tsani yang tinggal hingga 13 Zulhijah, total jarak yang harus ditempuh bertambah menjadi sekitar 28 kilometer.
TRIBUNLOMBOK.COM - Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak meninjau langsung kesiapan kawasan Mina, Makkah, Sabtu (23/5/2026), dua hari sebelum jemaah haji Indonesia mulai bergerak menuju Arafah.
Peninjauan mencakup kapasitas tenda, penertiban kavling ilegal, kondisi sanitasi, hingga kesiapan jalur Jamarat yang akan ditempuh jemaah setiap harinya.
Dahnil memastikan seluruh jemaah Indonesia akan mendapatkan tenda dan tempat istirahat yang layak selama fase Mina berlangsung.
"Kami memastikan jumlah tenda sesuai dengan kebutuhan, jadi tidak ada jemaah yang tidak memperoleh tenda, tempat tidur, dan tempat istirahat," ujar Dahnil kepada Media Center Haji.
Baca juga: Jemaah Wafat Wajib Mendapatkan Badal Haji dari Petugas yang Ditunjuk Pemerintah
7 Kilometer Per Hari, 28 Kilometer untuk Nafar Tsani
Dahnil menyampaikan jarak tempuh berjalan kaki yang akan dihadapi jemaah selama di Mina.
Dari tenda terjauh di markas 12 menuju Jamarat, jarak satu arah mencapai sekitar 3,5 kilometer, sehingga perjalanan pulang-pergi menjadi sekitar 7 kilometer per hari.
Bagi jemaah yang memilih nafar awal atau meninggalkan Mina pada 12 Zulhijah, total jarak tempuh selama fase lempar jumrah diperkirakan mencapai 21 kilometer.
Sementara bagi jemaah nafar tsani yang tinggal hingga 13 Zulhijah, total jarak yang harus ditempuh bertambah menjadi sekitar 28 kilometer.
"Dari tenda terjauh kita di markas 12 ke Jamarat itu kemungkinan 3,5 kilometer. Jadi kalau pulang balik perhitungannya 7 kilometer per hari," ujar Dahnil.
Ia menegaskan fase Mina merupakan titik dengan kebutuhan pergerakan fisik paling intensif dibandingkan wukuf di Arafah maupun mabit di Muzdalifah.
Jemaah diminta mulai menjaga stamina dan mencukupi istirahat sejak sebelum memasuki kawasan Armuzna.
Penertiban Kavling Ilegal Tenda
Dahnil bersama tim juga melanjutkan penertiban terhadap penanda kavling yang dipasang secara sepihak sejumlah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah maupun oknum tertentu di tenda-tenda Mina.
"Yang jelas hari ini, saya dan kawan-kawan meninjau pembersihan kavling-kavling yang dilakukan oleh KBIHU atau oknum tertentu," katanya.
Penertiban ini merupakan kelanjutan dari tindakan serupa yang sebelumnya dilakukan di tenda Arafah, untuk memastikan penempatan jemaah tetap mengacu pada sistem resmi berbasis nama yang telah disiapkan pemerintah.
Lima Pos Petugas di Jalur Jamarat
Untuk mengawal keselamatan jemaah selama prosesi lempar jumrah, petugas operasional dan perlindungan akan disiagakan di lima titik pos sepanjang jalur Jamarat.
Petugas dapat dikenali dari seragam dan topi berwarna cokelat.
Dahnil mengimbau jemaah agar tidak panik saat berada di jalur yang padat dan tetap bergerak dalam formasi rombongan.
"Informasi penting untuk jemaah yang melalui jalur ini, mohon untuk tidak panik dan tetap bergerak secara rombongan," tegasnya.
(*)
| Jemaah Wafat Wajib Mendapatkan Badal Haji dari Petugas yang Ditunjuk Pemerintah |
|
|---|
| Daging Dam Jemaah Haji Indonesia Akan Dikirim ke Palestina |
|
|---|
| Setiap Jemaah Haji Indonesia Dijamin Dapat Tenda di Armuzna Sesuai Nama |
|
|---|
| Rasio Toilet Jemaah Haji 1:50 di Tenda Arafah Masih Belum Ideal |
|
|---|
| Seluruh Jemaah Haji Indonesia Telah Berada di Arab Saudi, Ibadah Puncak Dimulai Besok |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/tenda_mina_jumrah_haji_020022.jpg)