Kamis, 28 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Haji 2026

Jarak Jamarat ke Tenda di Mina Capai 7 Kilometer Pulang-Pergi

Dari tenda terjauh di markas 12 menuju Jamarat, jarak satu arah mencapai sekitar 3,5 kilometer

Tayang:
Tribunnews.com/Sri Juliati
TENDA MINA - Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak meninjau langsung kesiapan kawasan Mina, Makkah, Sabtu (23/5/2026). Dari tenda terjauh di markas 12 menuju Jamarat, jarak satu arah mencapai sekitar 3,5 kilometer. 

Ringkasan Berita:
  • Dari tenda terjauh di markas 12 menuju Jamarat, jarak satu arah mencapai sekitar 3,5 kilometer.
  • bagi jemaah nafar tsani yang tinggal hingga 13 Zulhijah, total jarak yang harus ditempuh bertambah menjadi sekitar 28 kilometer.

TRIBUNLOMBOK.COM - Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak meninjau langsung kesiapan kawasan Mina, Makkah, Sabtu (23/5/2026), dua hari sebelum jemaah haji Indonesia mulai bergerak menuju Arafah. 

Peninjauan mencakup kapasitas tenda, penertiban kavling ilegal, kondisi sanitasi, hingga kesiapan jalur Jamarat yang akan ditempuh jemaah setiap harinya.

Dahnil memastikan seluruh jemaah Indonesia akan mendapatkan tenda dan tempat istirahat yang layak selama fase Mina berlangsung.

"Kami memastikan jumlah tenda sesuai dengan kebutuhan, jadi tidak ada jemaah yang tidak memperoleh tenda, tempat tidur, dan tempat istirahat," ujar Dahnil kepada Media Center Haji.

Baca juga: Jemaah Wafat Wajib Mendapatkan Badal Haji dari Petugas yang Ditunjuk Pemerintah

7 Kilometer Per Hari, 28 Kilometer untuk Nafar Tsani

Dahnil menyampaikan jarak tempuh berjalan kaki yang akan dihadapi jemaah selama di Mina. 

Dari tenda terjauh di markas 12 menuju Jamarat, jarak satu arah mencapai sekitar 3,5 kilometer, sehingga perjalanan pulang-pergi menjadi sekitar 7 kilometer per hari.

Bagi jemaah yang memilih nafar awal atau meninggalkan Mina pada 12 Zulhijah, total jarak tempuh selama fase lempar jumrah diperkirakan mencapai 21 kilometer. 

Sementara bagi jemaah nafar tsani yang tinggal hingga 13 Zulhijah, total jarak yang harus ditempuh bertambah menjadi sekitar 28 kilometer.

"Dari tenda terjauh kita di markas 12 ke Jamarat itu kemungkinan 3,5 kilometer. Jadi kalau pulang balik perhitungannya 7 kilometer per hari," ujar Dahnil.

Ia menegaskan fase Mina merupakan titik dengan kebutuhan pergerakan fisik paling intensif dibandingkan wukuf di Arafah maupun mabit di Muzdalifah. 

Jemaah diminta mulai menjaga stamina dan mencukupi istirahat sejak sebelum memasuki kawasan Armuzna.

Penertiban Kavling Ilegal Tenda 

Dahnil bersama tim juga melanjutkan penertiban terhadap penanda kavling yang dipasang secara sepihak sejumlah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah maupun oknum tertentu di tenda-tenda Mina.

"Yang jelas hari ini, saya dan kawan-kawan meninjau pembersihan kavling-kavling yang dilakukan oleh KBIHU atau oknum tertentu," katanya.

Penertiban ini merupakan kelanjutan dari tindakan serupa yang sebelumnya dilakukan di tenda Arafah, untuk memastikan penempatan jemaah tetap mengacu pada sistem resmi berbasis nama yang telah disiapkan pemerintah.

Lima Pos Petugas di Jalur Jamarat

Untuk mengawal keselamatan jemaah selama prosesi lempar jumrah, petugas operasional dan perlindungan akan disiagakan di lima titik pos sepanjang jalur Jamarat.

Petugas dapat dikenali dari seragam dan topi berwarna cokelat.

Dahnil mengimbau jemaah agar tidak panik saat berada di jalur yang padat dan tetap bergerak dalam formasi rombongan.

"Informasi penting untuk jemaah yang melalui jalur ini, mohon untuk tidak panik dan tetap bergerak secara rombongan," tegasnya.

(*)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved