Selasa, 5 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

BPJS Kesehatan Target Keaktifan Peserta di Lombok Timur Capai 80 Persen

Pada Januari 2024 capaian keaktifan sempat mencapai 80,4 persen, per Februari angka merosot menjadi 78,03 persen.

Tayang:
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Wahyu Widiyantoro
TRIBUNLOMBOK.COM/Rozi Anwar
LAYANAN BPJS - Kepala BPJS Kesehatan Cabang Selong Elly Widiani memberikan keterangan, Selasa (12/3/2026). Pada Januari 2024 capaian keaktifan sempat mencapai 80,4 persen, per Februari angka merosot menjadi 78,03 persen. 

Ringkasan Berita:
  • Pada Januari 2024 capaian keaktifan sempat mencapai 80,4 persen, per Februari angka merosot menjadi 78,03 persen.
  • Penurunan ini disebabkan adanya penonaktifan puluhan ribu peserta oleh pemerintah pusat.

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar 

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - BPJS Kesehatan Cabang Selong mencatat penurunan tingkat keaktifan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Jika sebelumnya pada Januari 2024 capaian keaktifan sempat mencapai 80,4 persen, maka per Februari angka tersebut merosot menjadi 78,03 persen. 

Padahal, target nasional untuk indikator keaktifan peserta adalah 80 persen. 

Penurunan ini disebabkan adanya penonaktifan puluhan ribu peserta oleh pemerintah pusat.

"Di 1 Februari kita agak anjlok karena ada penonaktifan masyarakat yang didaftarkan oleh pemerintah pusat melalui APBN, seperti dari sektor SMK dan kebutuhan sosial, yang mencapai 63.000 jiwa," kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Selong Elly Widiani, dalam sebuah keterangan, Selasa (12/3/2026).

Meski demikian, pemerintah daerah bersama BPJS Kesehatan berkomitmen untuk segera mengganti peserta yang dinonaktifkan dengan peserta lain yang memenuhi kriteria. 

Baca juga: BPJS Kesehatan Lombok Timur Tetap Buka Layanan Saat Lebaran

Saat ini, verifikasi data tengah dilakukan untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan jaminan kesehatan kembali terdaftar aktif.

"Kita punya komitmen bersama dengan pemerintah daerah bahwa 63.500 data yang dinonaktifkan akan diverifikasi dan dimasukkan kembali. Paling lambat di Juni 2026, Kantor Cabang Selong bersama pemerintah daerah Lombok Timur menargetkan keaktifan kembali mencapai 80 persen," tegasnya.

Sebelumnya, pada Januari 2026, Lombok Timur mendapat apresiasi langsung dari Presiden sebagai salah satu pemerintah daerah dengan cakupan kepesertaan mencapai 98 persen (Universal Health Coverage/UHC) dan tingkat keaktifan 80 persen. 

"Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Lombok Timur dan jajaran terkait," ujarnya.

BPJS Kesehatan mengimbau masyarakat untuk tidak enggan menjadi peserta aktif, meskipun belum merasakan manfaat secara langsung. 

Pihaknya menjelaskan bahwa program JKN didasarkan pada prinsip gotong royong, di mana iuran peserta sehat digunakan untuk membantu mereka yang sakit dan membutuhkan biaya besar.

"Contohnya, biaya operasi jantung bisa mencapai Rp133 juta rupiah, cuci darah satu kali dibayar 1 juta rupiah dan dalam sebulan bisa 8 kali. Itu semua dibayar oleh BPJS Kesehatan dari kumpulan iuran peserta," jelasnya.

Ia menambahkan, dalam dua bulan terakhir (Januari-Februari 2026), BPJS Kesehatan Cabang Selong telah membayar klaim biaya pelayanan kesehatan ke fasilitas kesehatan di Lombok Timur sebesar Rp84 miliar. 

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved