Senin, 8 Juni 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Berita Bima

Bocah 4 Tahun di Bima Terseret Arus Sungai, SAR Bagi Dua Regu Tim Pencari

Muhammad Ibad Andillah (4) terseret arus Sungai Kampo Sigi, Desa Rato, Bima, dan belum ditemukan hingga Selasa (3/3/2026).

Tayang:
Editor: Idham Khalid
Humas SAR Mataram
PENCARIAN - Petugas SAR bersama TNI dan Polri saat melakukan penyisiran sungai Kampo Sigi untuk mencari bocah 4 tahun yang terseret arus di Desa Rato, Bima, Selasa (3/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Muhammad Ibad Andillah (4) terseret arus Sungai Kampo Sigi, Desa Rato, Bima, dan belum ditemukan hingga Selasa (3/3/2026).

  • Operasi SAR melibatkan Tim Rescue Pos SAR Bima, TNI, Polri, BPBD, Tagana, Babinsa, dan warga, dengan area pencarian dibagi dua tim untuk mempercepat evakuasi.

 

TRIBUNLOMBOK.COM, BIMA - Seorang bocah, Muhammad Ibad Andillah (4), warga Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, dilaporkan terseret arus Sungai Kampo Sigi hingga hari ini, Selasa (3/3/2026).

Informasi mengenai kejadian ini pertama kali diterima dari Sekretaris Desa Rato, Abdul Majid pada Senin (2/3/2026).

Korban diketahui sebelumnya sedang bermain di bantaran sungai bersama temannya dan kemudian berenang seorang diri sebelum terseret arus.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Mataram memberangkatkan Tim Rescue Pos SAR Bima ke lokasi kejadian.

Setibanya di lokasi, tim langsung melaksanakan pencarian. Hingga pukul 22.00 WITA, operasi pencarian pada hari pertama belum membuahkan hasil, sehingga dihentikan sementara untuk evaluasi dan dilanjutkan Selasa pagi pukul 06.00 WITA.

“Pada hari kedua operasi, area pencarian dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU),” ujar Koordinator Pos SAR Bima, M. Firdaus, mewakili Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi dalam keterangan tertulis.

Baca juga: Pencarian Hari Kedua Kadus Terseret Ombak saat Mancing, SAR Mataram Bentuk Tim Gabungan

Dua tim SRU ini memiliki wilayah pencarian yang berbeda-beda, dengan harapan korban dapat segera ditemukan.

“SRU 1 menyisir sungai sejauh 5,91 kilometer dari titik awal kejadian, sementara SRU 2 melaksanakan penyisiran ke arah hilir sungai sejauh 2 nautical mile (NM),” ujar Firdaus.

Operasi SAR ini melibatkan Tim Rescue Pos SAR Bima, TNI, Polri, BPBD Kabupaten Bima, Tagana, Babinsa Rato, serta warga setempat. Hingga saat ini, pencarian masih terus dilakukan untuk memastikan keselamatan korban.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved