Berita Kota Mataram
Kerap Memangsa Hewan Ternak, Ular Sanca 2 Meter Dievakuasi dari Permukiman Warga Pagutan Timur
Petugas gabungan mengevakuasi ular sanca 2 meter di Pagutan Timur yang meresahkan warga setelah memangsa ternak ayam dan bebek.
Ringkasan Berita:
- Petugas gabungan mengevakuasi ular sanca 2 meter di Pagutan Timur yang meresahkan warga setelah memangsa ternak ayam dan bebek.
- Polisi mengimbau warga untuk waspada terhadap masuknya hewan pembohong ke organisasi akibat gangguan habitat dari aktivitas pembangunan perumahan.
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Seekor ular sanca sepanjang sekitar dua meter dievakuasi karena kerap memangsa hewan ternak milik warga di Lingkungan Banjar Intaran, Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Senin (9/3/2026) siang.
Evakuasi dilakukan oleh personel Polsek Mataram bersama petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Mataram setelah adanya laporan masyarakat yang merasa resah dengan keberadaan reptil tersebut.
Kapolsek Mataram AKP Mulyadi membenarkan adanya penanganan ular sanca yang sempat meresahkan warga karena diduga telah memangsa sejumlah hewan ternak.
“Setelah menerima laporan, Bhabinkamtibmas Aiptu I B Md Asmariawan langsung mengecek lokasi dan menemukan ular sanca sepanjang kurang lebih 200 cm dalam kondisi melingkar setelah memangsa dua ekor ayam jantan,” ujar AKP Mulyadi, Selasa (10/3/2026).
Laporan awal disampaikan oleh seorang warga yang kehilangan ayam dan bebek dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan keterangan Kepala Lingkungan setempat, ular tersebut diduga telah memangsa beberapa ekor ternak milik warga.
Untuk menghindari risiko bagi masyarakat, pihak kepolisian kemudian berkoordinasi dengan petugas Damkar Kota Mataram untuk melakukan proses evakuasi.
Proses penanganan berjalan lancar meski sempat menarik perhatian warga sekitar yang berkumpul di lokasi.
Setelah berhasil diamankan, ular sanca tersebut kemudian diserahkan kepada perwakilan komunitas reptil.
Komunitas tersebut berkomitmen untuk memelihara sementara dan selanjutnya melepasliarkan ular tersebut ke habitat yang lebih aman dan jauh dari permukiman warga.
Baca juga: Bangunan SD di KSB Tak Terurus, Ditempati Hewan Ternak hingga Dijadikan Lokasi Uji Nyali
Mulyadi juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah yang berbatasan dengan area pembangunan perumahan baru.
Menurutnya, aktivitas pembangunan sering kali mengganggu habitat alami hewan liar sehingga berpotensi membuat mereka masuk ke kawasan permukiman.
“Kami meminta warga untuk tidak mengambil tindakan sendiri yang berisiko. Jika menjumpai hewan berbahaya, segera koordinasikan dengan Bhabinkamtibmas atau Polsek Mataram agar dapat ditangani oleh pihak profesional,” tutup Mulyadi.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/EVAKUASI-ULAR-SANCA.jpg)