Berita Mataram
Pemkot Mataram Optimalkan Command Center untuk Transparansi Harga Pangan
Harga bahan pokok di Kota Mataram melonjak selama Ramadan, dengan cabai tembus Rp140 ribu/kg dan bawang merah Rp40 ribu/kg.
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Laelatunniam
Ringkasan Berita:
- Harga bahan pokok di Kota Mataram melonjak selama Ramadan, dengan cabai tembus Rp140 ribu/kg dan bawang merah Rp40 ribu/kg.
- Pemkot Mataram menyiapkan optimalisasi Command Center sebagai pusat informasi harga pangan agar transparan, real-time, dan mencegah permainan harga.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM – Harga sejumlah bahan pokok (bapok) di Kota Mataram mengalami lonjakan signifikan selama bulan Ramadan.
Komoditas cabai dilaporkan menembus angka Rp140 ribu per kilogram, sementara bawang merah mencapai Rp40 ribu per kilogram.
Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram tengah menyiapkan langkah strategis untuk menjaga transparansi informasi bagi masyarakat. Tujuannya agar harga di pasaran tetap terkontrol dan menekan potensi permainan harga oleh oknum pedagang.
Salah satu langkah yang sedang disiapkan adalah pemanfaatan Command Center sebagai pusat informasi harga pangan yang dapat diakses publik.
Rencana ini mencakup diskusi mendalam mengenai maksimalisasi peran Command Center dalam menyediakan data akurat bagi pimpinan daerah maupun masyarakat umum.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Mataram, HM Ramdhani menyatakan, pihaknya saat ini tengah memetakan informasi mendesak yang perlu dibagikan serta menentukan saluran media yang paling efektif.
Baca juga: Jelang Ramadan, Harga Cabai Rawit di Mataram Tembus Rp 110 Ribu
"Kami akan diskusikan soal maksimalisasi Command Center ini bersama OPD terkait. Informasi apa yang diperlukan pimpinan dan informasi mana yang perlu dibagikan ke masyarakat, termasuk medianya dan salurannya seperti apa," ucap Ramdhani saat dikonfirmasi, Kamis (26/2/2026).
Meskipun sistem ini masih dalam tahap perancangan, Pemkot Mataram memastikan kebijakan ini berfokus pada kehadiran pemerintah di tengah persoalan warga.
Fokus utamanya bukan sekadar penyelesaian instan, melainkan peningkatan response time atau kecepatan pemerintah dalam menanggapi keluhan terkait harga bapok.
Ramdhani menekankan pentingnya kehadiran negara saat masyarakat menghadapi kendala ekonomi.
“Prinsipnya, bagaimana pemerintah segera hadir di tengah persoalan masyarakat. Ketika ada masalah, response time itulah yang diukur sebagai kinerjanya. Mau masalah itu langsung selesai atau tidak, yang penting pemerintah hadir dulu,” tegasnya.
Lebih lanjut, penyediaan kanal informasi ini diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk bersuara.
Saat ini, Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait distribusi informasi melalui Command Center tersebut terus dimatangkan agar data harga dapat tersaji secara real-time dan akurat.
Kehadiran Command Center ini diharapkan dapat meredam keresahan warga di tengah fluktuasi harga pangan yang tidak menentu, sekaligus menjadi bukti komitmen pemerintah dalam merespons dinamika kebutuhan pokok masyarakat.
harga cabai
penyebab harga cabai naik
harga cabai terbaru
Pemkot Mataram
harga bahan pokok Kota Mataram
harga bapok mataram
harga pangan
| Fasilitas UMKM Senilai Rp1,6 Miliar di Teras Udayana Mangkrak |
|
|---|
| SMA di Mataram Dilaporkan ke Ombudsman NTB karena Diduga Tahan SKL Siswa |
|
|---|
| Kelangkaan LPG dan Antrean BBM di Mataram, Warga Mengeluh Kesulitan Stok |
|
|---|
| 15 SPPG yang Di-suspend di Mataram Harus Antre Urus SLHS |
|
|---|
| Siswi di Mataram Diduga Jadi Korban Perundungan, Orang Tua Tuntut Permintaan Maaf-Ketegasan Sekolah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Kepala-Diskominfo-Kota-Mataram-HM-Ramdhani-saat-ditemui.jpg)