Pemkot Mataram Bentuk Tim Terpadu Tertibkan Reklame
Pemkot Mataram akan membentuk tim terpadu lintas instansi untuk mendata dan menertibkan reklame/baliho.
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Idham Khalid
Ringkasan Berita:
- Pemkot Mataram akan membentuk tim terpadu lintas instansi untuk mendata dan menertibkan reklame/baliho.
- Pendataan dimulai saat Ramadan dan penertiban lapangan ditargetkan usai Ramadan 2026, disertai mekanisme respons cepat atas reklame rusak.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM - Pemerintah Kota Mataram bersiap melakukan langkah besar dalam penataan ruang kota, khususnya terkait keberadaan reklame dan baliho.
Tim terpadu lintas instansi akan segera dibentuk untuk melakukan pendataan dan penertiban menyeluruh terhadap titik-titik reklame yang tersebar di wilayah Mataram.
Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Mataram, Lale Widiyanning mengungkapkan bahwa tim ini tidak hanya melibatkan Dinas PU saja melainkan kolaborasi luas yang mencakup Satpol PP, Badan Keuangan Daerah (BKD), Dinas Perkim, Dinas Perhubungan, hingga aparat di tingkat kecamatan dan kelurahan.
Diperkirakan sekitar 15 orang akan terlibat aktif dalam tim khusus penertiban, yang direncanakan akan mulai melakukan pendataan mulai bulan Ramadhan hingga dioptimalkan Pasca Ramadhan 1447 Hijriah tahun 2026 ini.
“Jadi kita mungkin nanti akan bentuk tim yang terdiri dari bukan PU saja, ada Pol PP, ada semua menyeluruh sampai kecamatan dan kelurahan nantinya untuk kita bergerak bersama pendataan,” ucap Widiyahning, Senin (16/2/2026).
Agenda utama tim ini lanjut dia, pada tahun berjalan adalah melakukan audit data secara mendalam.
Hal ini mencakup verifikasi status perizinan hingga pemeriksaan kondisi fisik bangunan reklame guna menjamin keselamatan warga.
“Tahun ini kita ajarkan pendataan mana yang berizin, mana yang tidak berizin, mana sudah expired, mana yang memang sudah keropos, mana yang memang kita harus pertahankan," jelasnya.
Lebih lanjut dijelaskannya juga, anggaran sebesar kurang lebih Rp200 juta telah disiapkan untuk mendukung operasional pendataan dan penertiban selama setahun.
Mengenai waktu pelaksanaan, Widiyahning menargetkan aksi lapangan akan dimulai setelah bulan Ramadan, sembari menunggu koordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Mudah-mudahan bisa sehabis puasa kita sudah action itu. Karena pendataan itu kan kita harus ke lapangan dan lihat titik-titiknya satu persatu,“ tegasnya.
Baca juga: 13 Rekom Dewan pada Eksekutif, Bongkar Reklame Liar hingga Tindak Pungli
Menanggapi keluhan mengenai kesan semrawut, dia menilai bahwa kondisi baliho di Mataram sebenarnya sudah jauh lebih rapi, terutama setelah adanya penebangan di bando-bandi jalan.
Kesan tidak teratur biasanya hanya muncul secara temporer akibat faktor cuaca.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-PUPR-Kota-Mataram-Lale-Widiahning-saat-ditemui.jpg)