Verrell Bramasta dan Once Mekel Tinjau Pelestarian Cagar Budaya Taman Mayura
Anggota Komisi X DPR RI, termasuk Verrell Bramasta dan Once Mekel, meninjau Cagar Budaya Taman Mayura di Mataram,
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Laelatunniam
Ringkasan Berita:
- Anggota Komisi X DPR RI, termasuk Verrell Bramasta dan Once Mekel, meninjau Cagar Budaya Taman Mayura di Mataram serta menyoroti potensi sejarah dunia seperti penemuan Wallace Line.
- Komisi X menilai narasi sejarah yang kuat dapat menjadi penggerak ekonomi daerah melalui pengembangan wisata sejarah bertaraf internasional.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM – Sejumlah figur publik yang kini menjabat sebagai anggota Komisi X DPR RI, mulai dari Verrell Bramasta hingga Once Mekel, melakukan kunjungan kerja spesifik ke Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada Rabu (11/2/2026).
Kehadiran rombongan ini bertujuan untuk meninjau langsung kondisi serta pengelolaan Cagar Budaya Taman Mayura di jantung Kota Mataram.
Ditemui di sela-sela kunjungannya, Once Mekel mengungkapkan, Lombok memiliki jejak sejarah tokoh besar dunia, salah satunya peneliti biologi ternama, Alfred Russel Wallace.
Penemuan Garis Wallace (Wallace Line) yang bermula dari wilayah ini merupakan aset berharga bagi ilmu pengetahuan internasional.
"Harus dimanfaatkan sejarah-sejarah yang ada di Lombok. Ada ahli biologi yang sangat terkenal, Alfred Russel Wallace, yang pernah hadir di Lombok pada masa lalu. Mungkin bisa dimaksimalkan nilai sejarah dari penemuan Wallace Line supaya Lombok dikenal sebagai bagian dari sejarah pengetahuan dunia," ucap Once.
Selain sejarah ilmu pengetahuan, peristiwa peperangan melawan Belanda di Lombok juga disebut sebagai potensi wisata sejarah yang besar. Peristiwa tersebut bahkan memiliki catatan penting dalam sejarah di Belanda sendiri.
"(Ada) sejarah peperangan melawan Belanda dan itu perang besar yang bahkan di Belanda sendiri penting, tetapi mungkin di sini nilai kemanfaatannya belum maksimal," katanya.
Menanggapi kebutuhan pengembangan tersebut, Komisi X DPR RI berkomitmen mengawal dari sisi regulasi dan pendanaan.
Once meyakini pihak legislatif akan memastikan alokasi anggaran dan kebijakan yang diambil tepat sasaran serta melibatkan para pemangku kepentingan di bidang kebudayaan.
"Tentu dari Komisi X kita akan mencermati bagaimana alokasi anggaran itu menjadi lebih baik, kemudian pelaksanaan kebijakan-kebijakan yang diambil," jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa setiap kebijakan yang berkaitan dengan kebudayaan tidak boleh diputuskan secara sepihak, melainkan harus melibatkan elemen masyarakat yang relevan.
"Apakah kebijakan yang diambil terkait kebudayaan itu melibatkan pelaku budaya, para ahli terkait, atau pihak lainnya," pungkasnya.
Di tempat lain, Anggota Komisi X DPR RI lainnya, Bonnie Triyana, menyoroti pentingnya repatriasi benda-benda cagar budaya Kerajaan Lombok-Karangasem dari Belanda serta potensi besarnya dalam edukasi sejarah dan pengembangan ekonomi daerah.
Bonnie Triyana, yang telah terlibat langsung dalam upaya repatriasi sejak 2021 sebagai sekretaris dan perwakilan untuk benda-benda asli Indonesia yang berada di Belanda, mengungkapkan bahwa 335 benda tersebut merupakan warisan Kerajaan Lombok-Karangasem.
| Lale Syifaunnufus Perkuat Silaturahim dengan Umat Hindu |
|
|---|
| Ekonomi Tumbuh Tapi Rakyat Miskin Bertambah, Kelas Menengah Berkurang |
|
|---|
| Detik-detik Petugas Damkar Mataram Nyemplung ke Kolam Mayura Cari HP Warga |
|
|---|
| Kaesang Turun Gunung, PSI NTB Optimis ‘Curi’ 2 Kursi DPR RI |
|
|---|
| PBH Peradi Mataram Minta Komisi III DPR RI Awasi Perkara Rizka Sintiani |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Verrell-Bramasta-hingga-Once-Mekel-melakukan-kunjungan-kerja-spesifik-ke-Kota-Mataram.jpg)