Rabu, 20 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

DPD KNPI NTB Resmi Dilantik, Daud Gerung Usung Rejuvenasi Pemuda

DPD KNPI NTB periode 2025–2028 resmi dilantik dengan Daud Gerung sebagai ketua, mengusung agenda “Rejuvenasi Pemuda NTB”.

Tayang:
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Idham Khalid
Istimewa
PELANTIKAN - Prosesi pelantikan pengurus DPD KNPI NTB periode 2025–2028 yang dirangkaikan dengan Rakerda di Hotel Grand Madani, Mataram, Minggu (8/1/2026).Daud Gerung resmi menakhodai KNPI NTB dengan visi Rejuvenasi Pemuda. 
Ringkasan Berita:
  • DPD KNPI NTB periode 2025–2028 resmi dilantik dengan Daud Gerung sebagai ketua, mengusung agenda “Rejuvenasi Pemuda NTB”.

  • KNPI NTB diarahkan menjadi mitra kritis-konstruktif pemerintah dan ruang strategis pemuda dalam pembangunan daerah.

 

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Kepengurusan Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) masa bakti 2025–2028 resmi dikukuhkan melalui prosesi pelantikan yang digelar pada akhir pekan ini.

Pelantikan yang dirangkai dengan agenda Rapat Kerja Daerah (Rakerda) tersebut berlangsung di Hotel Grand Madani pada 7–8 Februari 2026, sekaligus menandai dimulainya era kepemimpinan baru pemuda NTB di bawah kepemimpinan Daud Gerung.

Pengukuhan pengurus dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPP KNPI, Ali Hanafiah, dan disaksikan jajaran pengurus pusat KNPI, Ketua MPI DPD KNPI NTB Lalu Winengan, perwakilan Pemerintah Provinsi NTB melalui Badan Kesbangpol, Baznas NTB, para kepala desa, pimpinan organisasi kepemudaan (OKP) se-NTB, serta berbagai pemangku kepentingan kepemudaan lainnya.

Dalam sambutannya, Ali Hanafiah menegaskan bahwa kepemimpinan Daud Gerung lahir dari Musyawarah Daerah (Musda) yang sah dan konstitusional.

Ia mendorong KNPI NTB segera melakukan konsolidasi internal serta membangun sinergi strategis dengan agenda pembangunan Pemerintah Provinsi NTB.

Sorotan utama pelantikan ini tertuju pada arah baru KNPI NTB di bawah kepemimpinan Daud Gerung. Dengan mengusung tagline “Rejuvenasi Pemuda NTB”, Daud tidak sekadar menawarkan jargon, melainkan sebuah kerangka berpikir tentang pembaruan peran, mentalitas, dan kontribusi pemuda dalam pembangunan daerah.

Daud tampil dengan narasi yang relatif jernih di tengah kecenderungan organisasi kepemudaan yang kerap terjebak dalam romantisme masa lalu. Ia tidak menjual heroisme kosong, apalagi jargon revolusioner yang kerap menguap selepas seremoni.

Sebaliknya, “rejuvenasi” yang ia tawarkan bersifat korektif, sebuah pengakuan jujur bahwa KNPI membutuhkan pembaruan mendasar, baik secara generasi, cara berpikir, maupun metode kerja.

Baca juga: KNPI Lombok Tengah Hearing ke DPRD, Bahas soal Joget Erotis Kecimol

Dalam pernyataannya kepada media, Daud menekankan bahwa pemuda hari ini hidup di tengah perubahan sosial yang cepat dan kompleks. Digitalisasi, disrupsi ekonomi, serta pergeseran nilai sosial telah mengubah lanskap kepemudaan secara signifikan.

“Kalau KNPI masih memakai pendekatan lama, maka organisasi ini hanya akan menjadi monumen sejarah,” ujar, Daud, Minggu (8/2/2026).

Bagi Daud, rejuvenasi pemuda bukan sekadar regenerasi usia atau pergantian struktur organisasi, melainkan pembaruan cara pandang dan cara kerja agar pemuda NTB tetap relevan dengan tantangan zaman.

“Rejuvenasi Pemuda adalah upaya mengembalikan KNPI sebagai rumah besar pemuda yang produktif, progresif, dan solutif. Pemuda NTB tidak boleh hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi harus hadir sebagai pelaku dan penggerak,” tegasnya.

Daud menilai pemuda NTB memiliki potensi besar di sektor strategis seperti ketahanan pangan, ekonomi kreatif, desa wisata, dan penguatan sumber daya manusia. Namun, potensi tersebut membutuhkan ruang kolaborasi yang sehat serta keberanian untuk masuk ke pusat-pusat pengambilan kebijakan.

Ia membaca bahwa problem pemuda hari ini tidak lagi sebatas ruang ekspresi simbolik. Persoalan yang lebih mendesak adalah ketimpangan akses ekonomi, kualitas SDM yang belum merata, serta minimnya keterlibatan pemuda dalam proses perumusan kebijakan publik.

Dalam konteks ini, KNPI harus bertransformasi menjadi ruang konsolidasi gagasan dan laboratorium kebijakan pemuda bukan sekadar forum seremonial yang hadir musiman. Pemuda tidak cukup hanya dilibatkan dalam acara, tetapi harus ditempatkan sebagai aktor strategis pembangunan daerah.

Salah satu titik tekan penting dalam kepemimpinan Daud Gerung adalah relasi KNPI dengan pemerintah daerah. Ia menolak dikotomi lama organisasi kepemudaan: antara bersikap konfrontatif tanpa arah atau larut menjadi stempel kekuasaan.

“KNPI tidak boleh menjadi penonton pembangunan, tetapi juga tidak boleh kehilangan keberanian untuk mengingatkan. Kritik tanpa solusi adalah kegaduhan, sementara kedekatan tanpa integritas adalah pengkhianatan,” tegasnya.

Sikap ini menempatkan KNPI sebagai mitra kritis dan konstruktif posisi yang menuntut kedewasaan organisasi, kemampuan membaca kebijakan, serta keberanian menyampaikan perbedaan secara etis dan berbasis gagasan.

Pendekatan ini sejalan dengan pandangan Ketua MPI KNPI NTB, Lalu Winengan, yang mengingatkan agar KNPI tidak sekadar lantang, tetapi juga kaya gagasan dan solusi.

Daud bahkan menyebut secara eksplisit sektor-sektor prioritas yang akan disentuh KNPI NTB, mulai dari ketahanan pangan, pemberdayaan desa, ekonomi pemuda, hingga keterlibatan dalam program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Pemuda tidak boleh hanya dimobilisasi saat politik lima tahunan. Kami ingin pemuda dilibatkan sejak perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Lalu Winengan juga menegaskan aspek legalitas kepemimpinan KNPI NTB. Ia menjelaskan bahwa secara aturan organisasi, Ketua KNPI harus berasal dari unsur pimpinan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP). Dalam hal ini, Daud Gerung yang merupakan kader dan pernah menjabat sebagai Ketua PKC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia DKI Jakarta dinilai telah memenuhi seluruh syarat normatif dan organisatoris.

Penegasan ini sekaligus menjawab berbagai keraguan di luar forum resmi, serta memperkuat posisi Daud Gerung sebagai Ketua KNPI NTB yang sah dan legitimate.

Dengan landasan legalitas yang kuat serta arah gagasan yang terukur, kepemimpinan Daud Gerung diharapkan mampu membawa KNPI NTB keluar dari pusaran konflik internal menuju peran yang lebih strategis, relevan, dan berdampak nyata bagi pembangunan daerah.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved