DPD KNPI NTB Resmi Dilantik, Daud Gerung Usung Rejuvenasi Pemuda
DPD KNPI NTB periode 2025–2028 resmi dilantik dengan Daud Gerung sebagai ketua, mengusung agenda “Rejuvenasi Pemuda NTB”.
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Idham Khalid
Ringkasan Berita:
- DPD KNPI NTB periode 2025–2028 resmi dilantik dengan Daud Gerung sebagai ketua, mengusung agenda “Rejuvenasi Pemuda NTB”.
- KNPI NTB diarahkan menjadi mitra kritis-konstruktif pemerintah dan ruang strategis pemuda dalam pembangunan daerah.
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Kepengurusan Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) masa bakti 2025–2028 resmi dikukuhkan melalui prosesi pelantikan yang digelar pada akhir pekan ini.
Pelantikan yang dirangkai dengan agenda Rapat Kerja Daerah (Rakerda) tersebut berlangsung di Hotel Grand Madani pada 7–8 Februari 2026, sekaligus menandai dimulainya era kepemimpinan baru pemuda NTB di bawah kepemimpinan Daud Gerung.
Pengukuhan pengurus dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPP KNPI, Ali Hanafiah, dan disaksikan jajaran pengurus pusat KNPI, Ketua MPI DPD KNPI NTB Lalu Winengan, perwakilan Pemerintah Provinsi NTB melalui Badan Kesbangpol, Baznas NTB, para kepala desa, pimpinan organisasi kepemudaan (OKP) se-NTB, serta berbagai pemangku kepentingan kepemudaan lainnya.
Dalam sambutannya, Ali Hanafiah menegaskan bahwa kepemimpinan Daud Gerung lahir dari Musyawarah Daerah (Musda) yang sah dan konstitusional.
Ia mendorong KNPI NTB segera melakukan konsolidasi internal serta membangun sinergi strategis dengan agenda pembangunan Pemerintah Provinsi NTB.
Sorotan utama pelantikan ini tertuju pada arah baru KNPI NTB di bawah kepemimpinan Daud Gerung. Dengan mengusung tagline “Rejuvenasi Pemuda NTB”, Daud tidak sekadar menawarkan jargon, melainkan sebuah kerangka berpikir tentang pembaruan peran, mentalitas, dan kontribusi pemuda dalam pembangunan daerah.
Daud tampil dengan narasi yang relatif jernih di tengah kecenderungan organisasi kepemudaan yang kerap terjebak dalam romantisme masa lalu. Ia tidak menjual heroisme kosong, apalagi jargon revolusioner yang kerap menguap selepas seremoni.
Sebaliknya, “rejuvenasi” yang ia tawarkan bersifat korektif, sebuah pengakuan jujur bahwa KNPI membutuhkan pembaruan mendasar, baik secara generasi, cara berpikir, maupun metode kerja.
Baca juga: KNPI Lombok Tengah Hearing ke DPRD, Bahas soal Joget Erotis Kecimol
Dalam pernyataannya kepada media, Daud menekankan bahwa pemuda hari ini hidup di tengah perubahan sosial yang cepat dan kompleks. Digitalisasi, disrupsi ekonomi, serta pergeseran nilai sosial telah mengubah lanskap kepemudaan secara signifikan.
“Kalau KNPI masih memakai pendekatan lama, maka organisasi ini hanya akan menjadi monumen sejarah,” ujar, Daud, Minggu (8/2/2026).
Bagi Daud, rejuvenasi pemuda bukan sekadar regenerasi usia atau pergantian struktur organisasi, melainkan pembaruan cara pandang dan cara kerja agar pemuda NTB tetap relevan dengan tantangan zaman.
“Rejuvenasi Pemuda adalah upaya mengembalikan KNPI sebagai rumah besar pemuda yang produktif, progresif, dan solutif. Pemuda NTB tidak boleh hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi harus hadir sebagai pelaku dan penggerak,” tegasnya.
Daud menilai pemuda NTB memiliki potensi besar di sektor strategis seperti ketahanan pangan, ekonomi kreatif, desa wisata, dan penguatan sumber daya manusia. Namun, potensi tersebut membutuhkan ruang kolaborasi yang sehat serta keberanian untuk masuk ke pusat-pusat pengambilan kebijakan.
Ia membaca bahwa problem pemuda hari ini tidak lagi sebatas ruang ekspresi simbolik. Persoalan yang lebih mendesak adalah ketimpangan akses ekonomi, kualitas SDM yang belum merata, serta minimnya keterlibatan pemuda dalam proses perumusan kebijakan publik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/PELANTIKAN-KNPI-NTB-2026.jpg)