Langkah Skrining Kesehatan BPJS Via Aplikasi Mobil JKN dan Web
Skrining kesehatan BPJS Kesehatan akan menampilkan ringkasan penilayan riwayat kesehatan.
TRIBUNLOMBOK.COM - Setiap peserta BPJS Kesehatan wajib melakukan skrining sebelum mengakses layanan di FKTP.
Seluruh Peserta BPJS Kesehatan yang akan melakukan Pemeriksaan wajib Skrining Riwayat Kesehatan terlebih dahulu.
Skrining riwayat kesehatan dapat dilakukan melalui Aplikasi Mobile JKN pada menu “Skrining Riwayat Kesehatan” atau website https://webskrining.bpjs-kesehatan.go.id/skrining.
Selain itu dapat juga melalui PANDAWA BPJS atau Aplikasi PCARE di FKTP.
Baca juga: Pemprov NTB Bantu Bayar BPJS Ketenagakerjaan 13 Ribu Pekerja di Tahun 2026
Fungsi Skrining Kesehatan BPJS
Skrining kesehatan BPJS Kesehatan akan menampilkan ringkasan penilayan riwayat kesehatan.
penilaian riwayat kesehatan berfungsi sebagai gambaran awal kondisi kesehatan peserta berdasarkan jawaban yang diberikan.
Hasil skrining terbagi menjadi dua kategori, yaitu peserta dengan potensi risiko penyakit dan peserta tanpa indikasi risiko penyakit.
Penilaian ini tidak bersifat diagnosis medis, melainkan sebagai peringatan dini agar peserta lebih waspada terhadap kondisi kesehatannya.
Bagi peserta yang teridentifikasi memiliki risiko kesehatan, sistem dapat menunjukkan kemungkinan keterkaitan dengan sejumlah penyakit tertentu.
Seperti diabetes melitus, tekanan darah tinggi, penyakit jantung iskemik, stroke, hingga penyakit kronis dan menular lainnya.
skrining juga mencakup potensi risiko kanker, antara lain kanker payudara, kanker leher rahim, kanker usus, dan kanker paru.
Beberapa kondisi khusus seperti anemia pada remaja putri, tuberkulosis, hepatitis, penyakit paru obstruktif kronis, serta talasemia juga termasuk dalam pemantauan skrining.
Pemeriksaan Lanjutan
Peserta yang memperoleh hasil berisiko penyakit memiliki hak untuk melanjutkan pemeriksaan dengan berkonsultasi ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) terdaftar.
Melalui layanan ini, peserta dapat memperoleh penilaian lanjutan, edukasi medis, hingga tindak lanjut sesuai kebutuhan.
Sementara itu, peserta yang dinyatakan tidak memiliki risiko penyakit tetap mendapatkan manfaat berupa rekomendasi dan panduan menjaga kesehatan.
| Benarkah Bayi WNI Otomatis Jadi Peserta Aktif BPJS? Simak Penjelasannya! |
|
|---|
| BPJS Kesehatan Target Keaktifan Peserta di Lombok Timur Capai 80 Persen |
|
|---|
| Faskes Dilarang Diskriminasi Layanan Pasien JKN dengan Pasien Umum |
|
|---|
| BPJS Kesehatan Lombok Timur Tetap Buka Layanan Saat Lebaran |
|
|---|
| Ramai Isu Penyesuaian Iuran JKN, Begini Respon BPJS Kesehatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/skrining_kesehatan_bpjs_303939456jpg.jpg)