NTB

Pemprov NTB Bantu Bayar BPJS Ketenagakerjaan 13 Ribu Pekerja di Tahun 2026

Biro Adpim NTB/ROBBY FIRMANSYAH
IURAN BPJS - Gubernur Lalu Muhamad Iqbal saat ditemui di Kantor Gubernur NTB, Kota Mataram, Senin (22/12/2025). Anggaran untuk membantu pembayaran BPJS Ketenagakerjaan pekerja akan diambil dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBCHT). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal akan menambah anggaran untuk membantu pembayaran BPJS Ketenagakerjaan pekerja. 

Anggaran, kata Iqbal, akan diambil dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBCHT). 

Langkah ini sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada pekerja di NTB. 

"Sebagai bentuk keberpihakan kepada pekerja di sisi lain kami akan menganggarkan dari DBCHT tahun depan lebih besar untuk pembayaran BPJS Ketenagakerjaan," kata Iqbal. 

Mantan Dubes Indonesia untuk Turki ini menyampaikan bahwa, diperkirakan jumlah pekerja yang akan dibayarkan BPJS Ketenagakerjaan tahun 2026 sekitar 13.000 orang. 

Baca juga: 23 Juta Peserta Menunggak Iuran BPJS Kesehatan: Totalnya Rp10 Triliun, Berpeluang Diputihkan

Bantuan Pendidikan Siswa SMK

Pemerintah juga, kata Iqbal, akan memberikan bantuan pendidikan kepada 1.000 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang tidak mampu. 

Tujuannya agar para siswa bisa menyelesaikan pendidikan dan bisa diterima di dunia kerja. 

"Sehingga nanti bisa menyelesaikan sekolahnya dengan baik, dan mereka bisa diterima oleh dunia kerja sesuai dengan keahlian yang dimilikinya," kata Iqbal. 

Ia mengatakan akar persoalan disebabkan karena pendirian SMK berdasarkan perasaan, bukan melalui kajian dan kebutuhan daerah.

Selain itu saat pemilihan sekolah usai dari bangku sekolah menengah pertama, para siswa acap kebingungan dalam menentukan sikap. 

Iqbal menjelaskan lulusan SMK disiapkan untuk langsung bekerja, menerapkan keterampilan yang didapatkan saat dibangku sekolah. 

Namun tidak jarang mereka justru bekerja di retail modern yang tidak selaras dengan jurusan yang diambil saat.

Hal inil yang ingin diubah Iqbal agar para lulusan SMK bisa bekerja sesuai dengan keterampilannya. 

(*)