Kamis, 9 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Deretan Merek Beras Premium Terseret Kasus Dugaan Oplosan, Cek Daftarnya

Sejumlah merek beras premium diperiksa terkait dugaan oplosan. Simak daftar produsen dan temuan pelanggaran mutu serta takaran yang jadi sorotan.

|
Editor: Irsan Yamananda
SURYA/PURWANTO/TRIBUNLOMBOK.COM/ROBBY FIRMANSYAH
BERAS OPLOSAN - Ilustrasi beras medium (kiri) dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat kunjungan kerja di NTB Kamis (2/5/2025). Sejumlah merek beras premium diperiksa terkait dugaan oplosan. Simak daftar produsen dan temuan pelanggaran mutu serta takaran yang jadi sorotan. 

TRIBUNLOMBOK.COM - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri saat ini tengah memeriksa empat produsen beras terkait dugaan praktik pengoplosan beras premium.

Keempat perusahaan tersebut diduga melanggar standar mutu dan takaran dalam produk beras yang beredar di pasaran.

Dikutip dari Kompas.com, penyelidikan ini melibatkan produsen besar seperti Wilmar Group, PT Food Station Tjipinang Jaya, PT Belitang Panen Raya, dan PT Sentosa Utama Lestari (Japfa Group).

Beberapa merek beras premium yang mereka kelola kini ikut terseret dalam penyelidikan Satgas Pangan Polri.

Sebanyak 21 merek beras premium diduga merupakan hasil pengoplosan dari beras kualitas rendah.

Temuan ini merupakan bagian dari investigasi Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan dan Bareskrim Polri yang kini mulai memanggil sejumlah produsen besar untuk dimintai keterangan.

Investigasi awal terhadap 212 merek beras di 10 provinsi menemukan, 85,6 persen beras yang dijual sebagai beras premium ternyata tidak memenuhi standar mutu Standar Nasional Indonesia (SNI).

Selain itu, 59,8 persen dijual di atas harga eceran tertinggi (HET), dan 21,7 persen tidak sesuai takaran berat bersih dalam kemasan.

"Lagi ditangani sama kepolisian ada 212 merek dan perusahaan. Sekarang lagi dipanggil ke Bareskrim," kata Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, dalam kunjungan meninjau Koperasi Desa Merah Putih di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Klaten, Jawa Tengah, Minggu (13/7/2025).

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan, beras oplosan beredar bahkan sampai di rak supermarket dan minimarket, dikemas seolah-olah premium.

Namun, beras-beras yang beredar tersebut kualitas dan kuantitasnya tidak sesuai.

"Ada 10 perusahaan terbesar yang sudah dipanggil oleh Bareskrim, Satgas Pangan," ujar Amran di Kota Makassar, Sabtu (12/7/2025).

Amran juga menyampaikan, praktik curang tersebut telah menyebabkan kerugian masyarakat mencapai sekitar Rp99 triliun.

Lantas, berikut 21 merek-merek beras yang diduga dioplos:

1. Wilmar Group: 

  • Sania
  • Sovia

Baca juga: Ramalan Shio Tikus, Kerbau, dan Macan Selasa 15 Juli 2025: Ujian Emosi

  • Fortune
  • Siip (Aceh, Lampung, Sulsel, Jabodetabek, Yogyakarta)
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved