Kasus PHK di Mataram
DPRD Kota Mataram Soroti PHK Didominasi Sektor Perhotelan
DPRD Kota Mataram menyoroti maraknya kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terjadi di Kota Mataram yang didominasi pada sektor perhotelan
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Idham Khalid
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Mataram menyoroti maraknya kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terjadi di Kota Mataram yang didominasi pada sektor perhotelan.
Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram Abd. Rachman mengatakan, PHK di sektor perhotelan harusnya tidak terjadi, terlebih dengan maraknya pembangunan hotel yang saat ini dilakukan di Kota.
“Kalaupun itu (PHK) terjadi pada karyawan di sektor perhotelan, lah kan ini lucu, ada PHK sedang di Mataram sedang banyak dibangun hotel baru,” ucap Rachman menjawab Tribun Lombok, Senin (23/6/2025).
Saat ini lanjut dia, ada 3 hotel yang mau di bangun di Kota Mataram, di antaranya 1 sedang dalam tahap pembangunan, sedang 2 lainnya masih dalam proses perizinan.
Oleh karena itu, jika terjadi PHK di sektor ini, harusnya izin penambahan hotel juga harus di kaji mendalam.
“Kok bisa, di tengah penambahan hotel, kemudian banyak masyarakat kita yang di-PHK pada sektor yang sama, ndak masuk di akal saya ini,” sebutnya.
Meski demikian, ia menyoroti peran pemerintah dalam memaksimalkan keberadaan hotel yang ada di Kota Mataram.
Harusnya Pemerintah Kota Mataram fokus bagaimana menghidupkan hotel, dengan mendatangkan wisatwan sebanyak-banyaknya.
Baca juga: Kasus Dugaan Penghinaan Gubernur NTB, Polda Nyatakan Pelaku Reaktif Sabu dan Gangguan Mental
Ia menyarankan ga pemerintah kota menambah event hingga perbaikan infrastruktur di sejumlah objek wisata yang ada.
Terlebih kata dia, Kota Mataram akan dijadikan daerah penunjang patiwisata, hal ini telah tertuang dalam RPJMD 2025-2029 Kota Mataram.
“Pemkot harus aktif menginovasikan prosesi yang bisa ditonton di Kota Mataram. Bukan hanya bangunan baru untuk duduk duduk,” katanya.
Pemkot lanjut dia, juga harus jemput bola, dengan sejumlah program yang bisa menarik minat wisatawan di daerah.
“Karena wisatawan ini kan dia mau melihat wisata baru yang tidak ada di daerahnya bukan bangunan baru, kalau bangunan baru mereka sudah punya bangunan yang lebih wah bahkan dinegaranya,” sebutnya.
“Yang paling penting sekarang apa yang bisa kita pertintonkan, tawarka hal yang baru sebagai daerah kepulauan,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/PHK-KARYAWAN-HOTEL-GRAND-LEGI-6.jpg)