Kamis, 7 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Perpustakaan Komunitas Lentera Bendrang Resmi Dibuka di Desa Jenggik

Perpustakaan Komunitas Lentera Bendrang, hasil kolaborasi Rumah Senja Indonesia dan Terang Bendrang Foundation — resmi dibuka

Tayang:
TRIBUNLOMBOK.COM
PERPUSTAKAAN KOMUNITAS - Perpustakaan Komunitas Lentera Bendrang, hasil kolaborasi Rumah Senja Indonesia dan Terang Bendrang Foundation — resmi dibuka di desa Jenggik, Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur. Peresmian perpustakaan ini turut dihadiri oleh Bunda Literasi Provinsi NTB, Ibu Sinta M Iqbal. 

Komunitas yang memahami isu lingkungan akan lebih kritis terhadap agenda SDG 13, Penanganan Perubahan Iklim. Juga Pendidikan berkualitas (SDG 4), dalam logika ini, bukan sebagai tujuan akhir melainkan gerbang pintu masuknya.

Hal lain yang membedakan model Lentera Bendrang adalah posisi komunitas. Dalam banyak inisiatif pembangunan, masyarakat ditempatkan sebagai penerima manfaat: pasif, perlu dibina, perlu diintervensi. 

Di tempat ini, pendekatannya berbeda. Warga dilibatkan sejak awal, dari pemetaan kebutuhan hingga pengelolaan harian.

Asumsinya jelas — komunitas tahu paling baik apa yang mereka butuhkan, dan keberlanjutan hanya mungkin jika kepemilikan benar-benar ada di tangan mereka.

Prinsip "no one left behind" yang sering muncul sebagai jargon dalam dokumen pembangunan diuji di sini dalam bentuknya yang paling konkret. 

Anak yang belum lancar membaca, perempuan yang baru kembali ke ruang belajar setelah puluhan tahun, lansia yang ingin sekadar mendengarkan: semua punya tempat. Tidak ada syarat keaksaraan untuk masuk.

Tentu, tantangannya tidak mudah. Inisiatif berbasis komunitas di Indonesia kerap berhenti di tahap pilot, kehilangan dukungan setelah peresmian, atau gagal bertahan begitu pendirinya melepas tangan. 

Lentera Bendrang masih harus membuktikan bahwa modelnya bisa berjalan dalam jangka panjang, di luar momentum awal. 

Tapi cara ia memandang perpustakaan,bukan sebagai gudang buku, melainkan sebagai ruang yang mengikat berbagai isu pembangunan di satu titik akar rumput  adalah pergeseran cara berpikir yang layak diperhatikan oleh siapa pun yang serius bekerja di isu literasi di Indonesia.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved