Kamis, 7 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Perpustakaan Komunitas Lentera Bendrang Resmi Dibuka di Desa Jenggik

Perpustakaan Komunitas Lentera Bendrang, hasil kolaborasi Rumah Senja Indonesia dan Terang Bendrang Foundation — resmi dibuka

Tayang:
TRIBUNLOMBOK.COM
PERPUSTAKAAN KOMUNITAS - Perpustakaan Komunitas Lentera Bendrang, hasil kolaborasi Rumah Senja Indonesia dan Terang Bendrang Foundation — resmi dibuka di desa Jenggik, Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur. Peresmian perpustakaan ini turut dihadiri oleh Bunda Literasi Provinsi NTB, Ibu Sinta M Iqbal. 

Ringkasan Berita:
  • Dalam banyak inisiatif pembangunan, masyarakat ditempatkan sebagai penerima manfaat: pasif, perlu dibina, perlu diintervensi.
  • Pendekatan perpustakan Komunitas Lentera Bendrang yakni warga dilibatkan sejak awal, dari pemetaan kebutuhan hingga pengelolaan harian.

TRIBUNLOMBOK.COM - Perpustakaan Komunitas Lentera Bendrang, hasil kolaborasi Rumah Senja Indonesia dan Terang Bendrang Foundation — resmi dibuka di desa Jenggik, Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur. 

Peresmian perpustakaan ini turut dihadiri oleh Bunda Literasi Provinsi NTB, Ibu Sinta M Iqbal. 

Sekilas, perpustakaan ini tampak tidak berbeda dengan ruang baca komunitas lain yang bermunculan di pelosok Indonesia. 

Tapi di balik bangunan sederhana itu, ada model yang patut dicermati lebih dekat.

Indonesia tidak kekurangan program literasi. 

Yang kurang adalah pemahaman bahwa literasi tidak berhenti di kemampuan dasar baca, tulis, dan hitung. 

Baca juga: Kunjungan Perpustakaan Mataram Tembus 31.500 Orang, Lampaui Target Awal

Anak yang sudah bisa membaca buku pelajaran belum tentu bisa membaca label obat. 

Orang tua yang lulus SD puluhan tahun lalu sering kali tidak punya akses pada informasi soal nutrisi, hak hukum, atau cara menjaga lingkungan tempat mereka bergantung. 

Di titik inilah pendekatan Lentera Bendrang berbicara.
Perpustakaan ini dirancang sebagai ruang lintas generasi. 

Untuk anak-anak, ada buku, kelas kreatif, dan kegiatan belajar di luar jam sekolah. 

Untuk perempuan dewasa dan lansia, tersedia bahan dan diskusi yang relevan dengan keseharian mereka — literasi kesehatan, literasi finansial, literasi lingkungan. 

Pendekatan ini mengakui sesuatu yang kerap dilupakan: literasi orang dewasa di Indonesia jarang menjadi prioritas, padahal merekalah yang setiap hari mengambil keputusan untuk keluarga dan komunitasnya.

Pendekatan multi-literasi ini juga beririsan dengan kerangka Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, bukan hanya sebagai daftar capaian yang dicentang, melainkan sebagai hasil yang alami. 

Komunitas yang memiliki akses pada pengetahuan kesehatan akan lebih siap menyikapi target SDG 3, yakni Kesehatan dan Kesejahteraan. 

Komunitas yang melek finansial akan lebih kuat menopang SDG 8, Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. 

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved