Berita Mataram
Jalan Nuraksa-Batu Bolong Jadi Prioritas Pengerjaan Tahun Ini
Anggaran pembebasan lahan jalan dengan panjang sekira 800 meter ini ditaksir Rp7,5 miliar.
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Wahyu Widiyantoro
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM - Jalan Nuraksa-Batu Bolong saat ini menjadi prioritas pengerjaan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Mataram.
Anggaran pembebasan lahan jalan dengan panjang sekira 800 meter ini ditaksir Rp7,5 miliar.
Meski demikian, pelebaran jalan menjadi prioritasi untuk mengatasi kemacetan di Jalan KH Ahmad Dahlan dan Jalan Gajah Mada.
“Kita (fokus mengerjakan) satu-satu dulu, jangan sampai kita ke sana kemari ndak selesai-selesai semua. Kita prioritas satu dulu. Yang jalan Nuraksa-Batu Bolong,” ucap Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Lale Widiyahning menjawab TribunLombok.com, Kamis (3/7/2025).
Baca juga: Jalan Nuraksa–Batu Bolong Segera Diperlebar, Pemkot Mataram Siapkan Rp7 Miliar
Jalan Nuraksa-Batu Bolong sudah masuk di Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah (RTRW).
Pembebasan lahan akan dilaksanakan dengan mempertimbangkan manfaat masyarakat pemilik lahan maupun pengguna jalan.
“Tidak ada yang menyalahi nanti dari segi aturan manakala itu semua bisa kita bebaskan. Karena sudah direncanakan sejak lama jauh-jauh hari sebelumnya,” tegasnya.
Saat ini, lanjut dia, masalah anggaran membuat pengerjaan proyek jalan di Kota Mataram diselesaikan secara bertahap.
Rencana pelebaran jalan lain seperti di Rembiga masih dalam pertimbangan karena alasan ketersediaan anggaran.
“Kita lihat tren anggaran kita (dulu), untuk (jalan) yang di Rembuga itu kan kewenangannya di pak Sekda, kalau kalau OPD disuruh anggarkan, ya kita anggarkan sesuai rencana. Tapi kalau memaksa APBD kita tidak men-support, ya tidak bisa,” ungkapnya.
Berdasarkan perhitungan sementara, pelebaran jalan di Rembiga membutuhkan anggaran tiga kali lebih besar daripada Jalan Nuraksa-Batu Bolong.
“Ada 3 kilo-an mungkin. Dakota sampai jalan ireng itu,” pungkasnya.
(*)
Bappenda Kota Mataram Akui Royalti Musik Berpotensi Jadi Kendala Capaian PAD |
![]() |
---|
DPRD Kota Mataram Sebut Polemik Royalti Musik Bisa Jadi Ancaman PAD |
![]() |
---|
HIV/AIDS di Kota Mataram Masuk Level Mengkhawatirkan, 929 Kasus Sepanjang Januari-Juni 2025 |
![]() |
---|
Inspektorat Kota Mataram Sebut Temuan BPK Terkait Pinjam Nama Perusahaan Hanya Soal Administrasi |
![]() |
---|
Sekolah di Mataram Wajib Pasang Atribut Merah Putih HUT ke-80 RI |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.