Berita Mataram
Wali Kota Mataram Mohan Geram karena Lurah Lamban Bentuk Koperasi Merah Putih
Pembentukan Koperasi Merah Putih di 50 kelurahan di Kota Mataram terkesan jalan di tempat
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Wahyu Widiyantoro
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM - Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana geram atas lambannya pembentukan Koperasi Merah Putih.
Apalagi, batas waktu pembentukan Kopdes yang menjadi program Presiden Prabowo Subianto ini pada 31 Juni 2025.
"Yang merespons memang baru beberapa kelurahan saja, jadi belum semua kelurahan aktif,” ucap Mohan, Kamis (22/5/2025).
50 kelurahan di Kota Mataram, dalam pemantauannya, bahkan tidak bergerak sama sekali sehingga jalan di tempat.
Indikatornya dari musyawarah di tingkat kelurahan dengan capaian yang minim.
Baca juga: Pemprov NTB Siapkan Rp1,1 Miliar untuk Pembentukan Koperasi Merah Putih
Padahal pengurusan akta dan notaris harus tuntas selambat-lambatnya 30 Juni 2025.
Apalagi setiap kelurahan sudah dibantu pembiayaan untuk pengurusan akta dan notaris yang merupakan sharing dengan Pemprov NTB.
"30 Juni nanti semua koperasi (harus) sudah memiliki akta pendirian,” tegasnya.
Di sisi lain, anggaran pendukung lainnya juga sudah disiapkan dari hasil efisiensi APBD Kota Mataram 2025.
"Kita sudah prepare sejak awal, dari efisiensi anggaran kita bisa (mengefisiensi) Rp 31 miliar, itu sebagai bagian dari kita mempersiapkan pembiayaan berkaitan untuk koperasi ini. Tapi tentu pemerintah pusat akan memberikan penuh pembiayaan berkaitan dengan koperasi ini," ujarnya.
Adapun modal untuk pembentukan koperasi ini akan bersumber dari APBN, APBD, APBDes, serta sumber lain yang sah sesuai ketentuan perundang-undangan.
"Saya minta sekali lagi kepada lurah untuk menyegerakan persiapan program koperasi. Jangan sembrono, harus rapi. Ini bukan sekadar badan hukum, ini bukan sekadar lembaga keuangan, tetapi ini ada proyeksi untuk tujuan lebih besar untuk menyejahterakan masyarakat," tandasnya.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Mataram Baiq Mirdiati juga mengingatkan agar lurah serius menggarap pembentukan Koperasi Merah Putih.
"Jangan sampai di awalnya saja (bersemangat), jangan sampai ada koperasi (yang berdiri), tapi belum pertengahan jalan sudah bubar. Itu yang kita tidak inginkan," kata Mirdiati.
Mirdiati mengingatkan agar Pemkot Mataram benar-benar fokus dalam membentuk koperasi karena fasilitas pendukung sudah disiapkan.
"Dari sisi permodalan, kita perlu sosialisasikan dulu lah, nanti sifatnya seperti apa, sehingga nanti terlaksana keuangannya," pungkasnya.
(*)
Bappenda Kota Mataram Akui Royalti Musik Berpotensi Jadi Kendala Capaian PAD |
![]() |
---|
DPRD Kota Mataram Sebut Polemik Royalti Musik Bisa Jadi Ancaman PAD |
![]() |
---|
HIV/AIDS di Kota Mataram Masuk Level Mengkhawatirkan, 929 Kasus Sepanjang Januari-Juni 2025 |
![]() |
---|
Inspektorat Kota Mataram Sebut Temuan BPK Terkait Pinjam Nama Perusahaan Hanya Soal Administrasi |
![]() |
---|
Sekolah di Mataram Wajib Pasang Atribut Merah Putih HUT ke-80 RI |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.