IGS 2025

Delegasi IGS Diajak Keliling Kota Tua Ampenan dan Museum NTB, Tersanjung Makanan Lombok

Puluhan delegasi Indonesia Gastrodiplomascy Series (IGS) mengunjungi beberapa tempat bersejarah di Mataram, salah satunya Kota Tua Ampenan yang pernah

Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Laelatunniam
TRIBUNLOMBOK.COM/ ROBBY FIRMANSYAH
DELEGASI IGS: Para peserta Indonesia Gastrodiplomascy Series diajak melihat cara pembuatan serabi di Musium NTB, Jumat (9/5/2025). 

Taporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Puluhan delegasi Indonesia Gastrodiplomascy Series (IGS) mengunjungi beberapa tempat bersejarah di Mataram, salah satunya Kota Tua Ampenan yang pernah berjaya sebagai pusat perdagangan di Lombok.

Saat tiba di kawasan yang berada tidak jauh dari Pantai Ampenan itu, mereka disambut barongsai sebagai ucapan selamat datang sembari dipasangkan 'sapuq' ikat kepala khas Lombok.

Mereka juga diperkenalkan sejarah Kota Tua Ampenan, yang kini menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang bisa dikunjungi.

Di sana para delegasi juga diajak mengunjungi kelenteng tertua di Lombok yaitu Kelenteng Pao Hwa Kong. Mereka juga disuguhkan jajanan tradisional sembari melihat-lihat kondisi Kota Tua Ampenan.

Usai dari Kota Tua Ampenan, para delegasi diajak mengunjungi Musium NTB. Di sana mereka melihat cara membuat serabi dan mencicipi jajanan berbahan dasar tepung ketan itu.

Duta Besar Slovakia untuk Indonesia, Tomas Ferko menanggapi rasa dari serabi yang di makanannya, menurutnya rasanya enak dan tidak terlalu manis.

"Makanan ini (Serabi) sangat enak, sangat menarik punya pengalaman (Makan Serabi)," ucapnya.

Tomas mengaku bukan kali pertamanya mengunjunginya Lombok, terhitung sudah empat kali dia mengunjungi pulau kecil dengan beragam adat-istiadatnya ini.

Dia mengatakan suka dengan budaya Lombok, alamnya indah dan warganya baik. Tomas mengatakan kegiatan IGS yang kelima ini memberikan pengalaman baru baginya, meskipun dia sudah sering ke Lombok.

"Kegiatan ini tetap menarik untuk sesuatu yang baru, baik itu orangnya maupun pengalamannya," kata Tomas.

Pria dengan perawakan kekar itu juga menyampaikan, event seperti ini sangat baik untuk memperkenalkan budaya ke dunia internasional. Pelajaran yang didapatkan selama kegiatan ini bisa diterapkan di negara masing-masing.

Sumber: Tribun Lombok
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved