IGS 2025

IGS 2025 Jadi Pintu Masuk Investasi Global di NTB

Provinsi NTB memiliki banyak sektor yang berpotensi untuk dikembangkan melalui investasi

|
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Wahyu Widiyantoro
Istimewa
INVESTASI NTB - Peserta Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2025 berpose di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Sabtu (11/5/2025). Provinsi NTB memiliki banyak sektor yang berpotensi untuk dikembangkan melalui investasi. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Asisten II Setda Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Mohammad Faozal menyampaikan dampak positif penyelenggaraan Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2025.

Faozal mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya pemerintah memperkenalkan potensi yang dapat menjadi pintu masuk investasi di NTB.

"Saat ini bagaimana cara agar untuk terus me-maintenance atau merawat NTB,  bahwa kita sebagai daerah yang siap untuk menjadi daerah investasi, siap menjadi daerah yang dikunjungi dan memiliki SDM yang terbaik," ucapnya, Sabtu (10/5/2025).

Faozal menuturkan bahwa Provinsi NTB memiliki banyak sektor yang berpotensi untuk dikembangkan melalui investasi, mulai dari potensi budaya, wisata kuliner, maritim, peternakan, perikanan, pariwisata, dan berbagai sektor lainnya yang menjanjikan.

Baca juga: Gubernur Iqbal Tawarkan Peserta IGS 2025 Berinvestasi di Bank NTB Syariah

"Sekarang tinggal bagaimana kita bisa menjaga dan memelihara komunikasi serta potensi kerja sama ini secara berkelanjutan," ujar Faozal.

Staf Ahli Menlu Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia di Luar Negeri Duta Besar R. Heru Hartanto Subolo kepada awak media menyampaikan bahwa IGS bertujuan mempromosikan Indonesia secara keseluruhan dan sudah 5 kali diadakan di berbagai provinsi dengan partisipan yang berbeda.

“Pintu masuknya adalah gastro atau makanan salah satu tools diplomasi, tapi pada saat yang sama kita masukkan aspek-aspek potensial untuk berkolaborasi antara kedutaan asing dengan stakeholders nasional,” ungkapnya.

Heru menyampaikan bahwa IGS merupakan wujud nyata konsep Indonesia Incorporated serta menunjukkan pentingnya kolaborasi dan sinergi dalam meningkatkan visibilitas dan daya saing Indonesia dalam skala global.

“Sekarang kita akan menindaklanjutinya dengan kolaborasi konkret dari berbagai stakeholders. Dari pemerintah komitmennya sangat tinggi, tinggal bagaimana kita tindaklanjuti degan pemerintah asing melalui duta besar mereka di sini,” pungkasnya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved