PDAM Lombok Tengah
Pipa Utama di Tibu Lempanas Terputus, PDAM Lombok Tengah Jelaskan Dua Langkah Solusi Pemulihan
Pipa utama milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Ardhia Rinjani Lombok Tengah di sumber mata air di Tibu Lempanas terputus.
Penulis: Sinto | Editor: Laelatunniam
Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Sinto
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Pipa utama milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Ardhia Rinjani Lombok Tengah di sumber mata air di Tibu Lempanas terputus.
Kerusakan pipa penyalur air berdiameter 12 inci ini disebabkan terjangan tanah longsor yang dikarenakan luapan air sungai setelah terjadi hujan intensitas tinggi selama tiga hari terakhir.
Direktur Utama PDAM Tirta Ardhia Rinjani Lombok Tengah, Bambang Supratomo menerangkan, kerusakan pada jaringan pipa PDAM ini berdampak pada terganggunya pasokan air bersih di tiga kecamatan.
"Tiga kecamatan terdampak yaitu kecamatan, Praya Tengah, Praya Timur dan Pujut. Meski pipa utama dalam kondisi rusak, namun tidak semua pelanggan terdampak," jelas Bambang di Praya, Rabu (12/2/2025).
Bambang menjelaskan, sistem jaringan pipa PDAM tidak hanya mengandalkan satu sumber, tapi pihaknya punya alternatif lain sehingga tidak berdampak luas ke semua pelanggan.
Dijelaskan ada dua solusi yang telah disiapkan untuk mengatasi masalah pipa yang terputus tersebut.
Pertama, solusi sekarang, Wakil Ketua PERPAMSI NTB ini mengungkapkan bahwa petugas sedang bekerja keras untuk menyelesaikan perbaikan pipa air bersih yang rusak akibat longsoran tanah pada awal pekan lalu.
Bambang menargetkan bahwa perbaikan pipa akan selesai dalam dua hari ke depan, setelah itu akan dilanjutkan dengan proses normalisasi yang diperkirakan memakan waktu satu hingga dua hari.
Menurut Bambang, meskipun penyambungan pipa selesai, air tidak langsung dapat mengalir karena masih diperlukan proses normalisasi untuk menghilangkan udara yang terperangkap dalam pipa.
"Kami kerahkan petugas sepanjang hari untuk bisa segera menuntaskan proses perbaikan. Kondisi medan yang berat jadi kendala petugas untuk bisa segera menuntaskan proses perbaikan pipa," jelas Bambang.
Bambang memohon permakluman bagi pelanggan yang terdampak agar bisa bersabar jika pelayanan air bersih belum normal, karena memang proses perbaikan pipa sampai saat ini masih berlangsung.
Kedua, solusi jangka panjang, yaitu dengan melakukan reboisasi. Bambang menyampaikan faktor alam berpengaruh terhadap terputusnya pipa tersebut. Kondisi hutan di sekitar Tibu Lempanas yang banyak pohonnya ditebang yang menyebabkan terjadinya longsor.
Meskipun pipa sudah dipasang dengan kawat pengunci dan sistem yang memadai, keberadaan pohon-pohon yang berfungsi sebagai penahan tanah juga terus berkurang, sehingga memperbesar risiko terjadinya longsor.
"Reboisasi menjadi jawaban yang tidak bisa kita pungkiri. Akan tetapi reboisasi ini tidak bisa hari ini kita tanam (pohon) kemudian langsung kita lihat hasilnya. Butuh waktu bicara sekitar 5-10 tahun mendatang sebenarnya," beber Bambang.
Lebih lanjut, Bambang menjelaskan bahwa keberadaan hutan juga sangat berpengaruh terhadap kualitas air.
Jaringan SPAM Mandalika Senilai Rp200 Miliar Resmi Diserahkan ke PDAM Lombok Tengah |
![]() |
---|
Capaian PDAM Lombok Tengah 2024: Profit Pesat, Kualitas SDM Meningkat dan Hasil Audit BPKP Sehat |
![]() |
---|
Penjelasan Direktur PDAM Lombok Tengah Soal Air yang Berwarna Saat Musim Hujan |
![]() |
---|
Direktur PDAM Lombok Tengah Harapkan Pelayanan Air Baku Jadi Prioritas Pemerintah |
![]() |
---|
PDAM Lombok Tengah Gratiskan Pembayaran Air untuk 440 Rumah Ibadah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.