Berita NTB
Kadispar NTB Imbau Wisatawan untuk Waspada Bencana saat Libur Natal dan Tahun Baru
Dispar NTB mengimbau para wisatawan untuk tetap waspada terhadap potensi bencana alam yang dapat terjadi di berbagai destinasi wisata saat libur Natal
Penulis: Andi Hujaidin | Editor: Idham Khalid
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (Kadispar NTB), Jamaludin Malady, mengimbau para wisatawan untuk tetap waspada terhadap potensi bencana alam yang dapat terjadi di berbagai destinasi wisata saat libur Natal dan Tahun Baru 2024-2025.
Pernyataan ini disampaikan sebagai langkah antisipatif dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini.
“Kami sangat menyambut kedatangan wisatawan yang ingin menikmati keindahan NTB selama libur Natal. Namun, kami juga mengingatkan agar mereka selalu memperhatikan informasi cuaca terkini dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan,” ujar Jamal pada Selasa (18/12/2024).
Ia menyampaikan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah merilis prakiraan cuaca untuk wilayah NTB selama bulan Desember. Beberapa daerah di NTB, termasuk Lombok dan Sumbawa, diperkirakan akan mengalami hujan deras disertai angin kencang. Hal ini berpotensi memicu bencana seperti banjir, tanah longsor, hingga gelombang tinggi di kawasan pantai.
“Cuaca ekstrem dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama di daerah-daerah yang rawan banjir dan longsor. Kami meminta wisatawan untuk menghindari lokasi-lokasi yang berisiko tinggi dan selalu memantau informasi dari BMKG,” tambah Jamaluddin.
Baca juga: Pasca Tambang, Pemkab KSB Siap Kembangkan Ekonomi dengan Pertanian dan Pariwisata
Dinas Pariwisata NTB memastikan bahwa langkah-langkah mitigasi bencana telah disiapkan untuk menjaga keselamatan wisatawan.
Jamal menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk BPBD, TNI, dan Polri, untuk memastikan kesiapan infrastruktur di destinasi wisata.
“Tim gabungan telah kami siapkan di beberapa titik strategis untuk memberikan bantuan jika terjadi situasi darurat. Selain itu, kami juga telah mengedukasi para pelaku wisata agar mereka dapat membantu memberikan informasi dan perlindungan kepada wisatawan,” kata Jamal.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.