Kota Mataram
Festival Kuliner Ragi Genep, Lestarikan Kuliner Sasak dan Dorong Ekonomi Kreatif Kota Mataram
Festival Kuliner Ragi Genep tidak hanya melestarikan warisan kuliner, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah
Penulis: Andi Hujaidin | Editor: Laelatunniam
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Andi Hujaidin
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Festival Kuliner Ragi Genep menjadi bentuk perayaan terhadap kekayaan kuliner khas Sasak. Kegiatan ini dinilai positif untuk mengenalkan kuliner khas Nusa Tenggara Barat, khususnya pulau Lombok kepada masyarakat luas, maupun tamu luar daerah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram Lalu Alwan Basri dalam sambutannya mengatakan, kegiatan tersebut sangat penting untuk memperkenalkan produk lokal Sasak.
"Alhamdulillah, selama dua hari ini masyarakat kita di Kota Mataram telah menyaksikan dan merasakan kemeriahan berbagai kegiatan dalam festival kuliner ini," kata Alwan pada Minggu (15/12/2024) malam.
Dihadapan masyarakat yang hadir, Alwan mengatakan tidak hanya untuk mengenalkan kuliner Sasak, namun festival itu juga menjadi wadah bagi para pelaku UMKM dalam memaksimalkan potensi ekonomi.
"Dengan demikian, festival itu tidak hanya melestarikan warisan kuliner, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah," ujarnya.
Pihaknya berharap kepada seluruh stakeholder dan lembaga-lembaga dapat berkontribusi dalam memeriahkan kegiatan itu di tahun depan agar lebih meriah.
Di tempat yang sama Kepala Dinas Pariwisata Cahya Samudra, mengatakan festival itu sebagai penutup di akhir tahun 2024 ini, dan berhasil menciptakan kebahagiaan di berbagai sudut Kota.
"Alhamdulillah lebih dari 35 pelaku UMKM ikut berpartisipasi dalam memeriahkan festival ini, tentu saja ini sebagai wadah bagi pelaku UMKM untuk menjalin komunikasi antar UMKM lain nya," kata Cahya.
Dengan adanya festival semacam ini tentu saja akan berdampak positif pada pariwisata kuliner di Kota Mataram, karena akan menjadi magnet bagi masyarakat luar untuk mengunjungi Kota Mataram.
"Ini juga sebagai epecentrum di Nusa Tenggara Barat, tentu Kota Mataram akan menjadi pilihan tepat untuk mencicipi kuliner Nusantara karena semua tersedia di Kota Mataram," tandasnya.
SPBU Malomba Disegel, Diduga Campurkan Air dalam BBM |
![]() |
---|
NTB Jadi Wilayah Konflik Agama Tertinggi ke-4 di Indonesia, Kemenag Mataram Perkuat Deteksi Dini |
![]() |
---|
Inspektorat Kota Mataram Minta OPD Jadikan e-SmartBook Sebagai Panduan Penyusunan LPJ |
![]() |
---|
Usulan Riprap untuk Tangani Abrasi Disambut Positif, Mataram Tunggu Realisasi Dana Rp145 Miliar |
![]() |
---|
Harga Cabai Meroket, Disdag Kota Mataram Jual Cabai Rp130 Ribu Per Kilo Melalui Program Kopling |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.