Lombok Barat

Perang Topat 2024 akan Berlangsung di Taman Lingsar, Ini Rangkaian Acaranya! 

Tradisi Perang Topat merupakan simbol kerukunan dan toleransi antara Suku Sasak yang mayoritas beragama Islam dan Suku Bali yang beragama Hindu. 

Penulis: Sinto | Editor: Laelatunniam
ISTIMEWA
Suasana kemeriahan Perang Topat di Lombok Barat. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sinto

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK BARAT - Pemerintah Kabupaten Lombok Barat akan menggelar acara budaya tahunan Puja Wali dan Perang Topat dengan puncaknya di Taman Lingsar, Lombok Barat, (15/12/2024).

Tradisi Perang Topat merupakan simbol kerukunan dan toleransi antara Suku Sasak yang mayoritas beragama Islam dan Suku Bali yang beragama Hindu.

Acara ini merupakan agenda tahunan Kabupaten Lombok Barat, sekaligus masuk dalam kalender event nasional sebagai bentuk pelestarian budaya. Dispar Lombok Barat bertindak sebagai fasilitator untuk mendukung pelaksanaan acara ini.

"Acara Perang Topat ini adalah kolaborasi berbagai pihak, kami hadir untuk mendukung dan mengemasnya menjadi sebuah event yang menarik serta berdampak positif bagi pelestarian budaya dan pariwisata Lombok Barat," jelas Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat Agus Gunawan usai rapat persiapan, Rabu (11/12/2024).

Dijelaskan, rangkaian acara dimulai pada 10 Desember dan mencapai puncaknya pada 15 Desember 2024.

Acara ini menjadi salah satu kegiatan unggulan Lombok Barat untuk menarik minat wisatawan ke Lombok Barat.

Ini adalah tradisi turun menurun yang memiliki nilai yang sangat tinggi dalam hal mewujudkan toleransi dan kolaborasi berbagai pihak.

Acara ini tidak hanya menarik perhatian warga Lombok Barat, tetapi juga masyarakat dari berbagai daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Bahkan, sejumlah wisatawan domestik dan mancanegara juga diperkirakan akan turut hadir untuk menyaksikan keunikan budaya Perang Topat," jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kominfotik Lombok Barat Ahad Legiarto, mengatakan, even Perang Topat ini merupakan even budaya yang menjadi daya tarik wisatawan.

Perang Topat ini merupakan simbol toleransi antar umat beragama di Indonesia.

Hal ini diharapkan dapat menjadi kekuatan dan motivasi bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk terus memperkuat persatuan dan kutuhan bangsa dan negara.

"Kita suarakan persatuan dan toleransi dari pulau seribu masjid untuk Indonesia. Kita harapkan even ini membangkitkan semangat kita semua," ujarnya.

Dengan partisipasi yang semakin luas, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan promosi pariwisata Lombok Barat sebagai destinasi budaya unggulan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved