Selasa, 14 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Pilkada Lombok Barat

Survei Terbaru SRN, Elektabilitas Pasangan Nurhidayah-Imam Kafali Tertinggi

SRN mengeluarkan hasir survei terbaru Pilkada Lombok Barat 2024 dengan hasil elektabilitas pasangan Nurhidayah-Imam Kafali unggul dari 3 pesaingnya

Editor: Idham Khalid
Dok. Istimewa
Pasangan calon bupati dan wakil bupati Lombok Barat Hj. Nurhidayah dan Imam Kafali saat menghadiri sebuah pertemuan tidak lama ini. 

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK BARAT - Lembagai survei Sinergi Riset Nusantara (SRN) mengeluarkan hasir survei terbaru untuk Pilkada Lombok Barat 2024.

Dalam survei terabarunya jelang empat hari pencoblosan, pasangan Hj. Nurhidayah - Imam Kafali unggul dari tiga pesaingnya.

“Dari hasil simulasi surat suara, pasangan nomor urut dua dicoblos oleh 28 persen pemilih disusul oleh pasangan nomor urut tiga dengan perolehan 24,8 persen, lalu pasangan nomor urut satu dengan angka 21 persen, dan terakhir pasangan nomor urut empat dengan perolehan 17,5 persen serta terdapat 8,7 persen surat suara yang tidak dicoblos oleh responden, " kata Direktur SRN Ibnu Mahbub dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (23/11/2024).

Survei yang dilakukan oleh SRN dilakukan pada 19-22 November 2024 kepada 400 responden di seluruh Kecamatan di Lombok Barat.

Ibnu yang memimpin lembaga riset di Bandung ini menjelaskan, dinamika pilkada di Kabupaten Lombok Barat termasuk yang paling ketat kompetisinya.

“Seperti perlombaan MotoGP di Mandalika, pasangan Hj. Nurhidayah-Imam Kafali mampu menyalip lawan-lawan mereka di tikungan terakhir di lap terakhir, sangat dramatis,” tukas Ibnu dengan bersemangat mempresentasikan hasil surveinya.

Ibnu juga menggarisbawahi bahwa masih terdapat 36 persen pemilih yang bisa mengubah pilihannya di masa tenang sampai hari H pemilihan pada tanggal 27 November 2024 nanti.

“Masing-masing pasangan calon di Kabupaten Lombok Barat harus merapatkan barisan pasukan dan relawannya untuk bisa mempengaruhi mereka yang masih bisa mengubah pilihan yang jumlahnya lebih dari 1/3 pemilih di Lombok Barat,” lanjut Ibnu.

“Salah satu temuan menarik dari survei kami adalah 97 persen masyarakat Lombok Barat menginginkan calon Bupati dan Wakil Bupati yang lahir dan besar di Lombok Barat,” tegasnya.

Ibnu menambahkan bahwa dari data ini sentimen kedaerahan pemilih di Lombok Barat sangat kuat dan bisa menjadi faktor penentu dalam pilkada di Lombok Barat.

Pemilih di Kabupaten Lombok Barat menganggap bahwa masalah kemiskinan dan taraf ekonomi masyarakat masih menjadi masalah utama.

“Terdapat 22,5 persen pemilih yang mengatakan kemiskinan dan isu ekonomi adalah isu utama, disusul 19,7 persen pemilih yang merasakan kurangnya lapangan pekerjaan, 15,7 persen harga sembako yang mahal, dan 15,4 persen yang mempermasalahkan pembangunan infrastruktur yang perlu ditingkatkan”, ujar Ibnu menjelaskan hasil risetnya.

“Pasangan calon yang bisa meng-address permasalahan-permasalahan yang disebutkan oleh pemilih di Lombok Barat di dalam program mereka tentu akan berpeluang dipilih oleh lebih banyak pemilih,” tukas Ibnu memberikan analisisnya.

Menurut hasil survei SRN, Hj. Sumiatun merupakan calon yang paling dikenali oleh pemilih di Lombok Barat dengan 47 persen tingkat popularitas. Hj Nurhidayah dikenali oleh 46,5 persen, Lalu Ahmad Zaini 35,9 persen, dan Nauvar Furqony Farinduan dikenali oleh 35,1 persen.

Baca juga: PAD Lombok Barat Tak Capai Target, Nurhidayah-Imam Kafali Janji Maksimalkan Pariwisata dan Pertanian

Ibnu menambahkan, konsisi pilkada serentak antara kabupaten dan provinsi membuat konsentrasi pemili terpecah.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved