Judi Online
Imbas Penangkapan 11 Oknum Komdigi Terkait Judi Online, Tagar Peringatan Darurat Viral di Twiter
Tagar Peringatan Darurat kembali viral di media sosial X (Sebelumnya Twitter). Hal ini merupakan imbas dari penangkapan 11 oknum Komdigi terkait judol
Penulis: Irsan Yamananda | Editor: Irsan Yamananda
TRIBUNLOMBOK.COM - Tagar Peringatan Darurat tiba-tiba kembali viral pada hari Kamis 7 November 2024.
Berdasarkan pantauan TribunLombok, ada lebih dari 1000 postingan terkait tagar Peringatan Darurat tersebut.
Selain itu, ada juga keyword PPATK yang menyertai tagar ini.
Usut punya usut, ini ada hubungannya dengan penangkapan 11 oknum Komdigi yang diduga terlibat kasus judi online.
Para warganet menyerukan aksi Peringatan Darurat sebagai bentuk partisipasi mereka dalam pemberantasan judol.
"Peringatan Darurat Judol. Yuuk up terus. Sikat influencer kecil Babat influencer besar Tebang batangnya, cabut akarnya. Ayoo tangkepin bandar-bandar besarnya. Kata ex kominfo ada 5 orang bandar besar. Polisi sdh tahu semua kok. Tinggal Polisi mau gerak atw gak buat nangkap?" tulis salah satu warganet.
Polda Metro Jaya telah menangkap 15 orang tersangka kasus judi online yang 11 di antaranya merupakan pegawai Kementerian Komdigi.
Aparat kepolisian telah menetapkan 11 orang oknum Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terjerat kasus dugaan penyalahgunaan wewenang blokir situs judi online.
Satu dari 11 tersangka tersebut diketahui berinisial ZA.
ZA disebut-sebut merupakan orang dekat dari mantan Menkominfo Budi Arie Setiadi.
Baca juga: Spoiler Lengkap dan Link Manga One Piece Chapter 1131 Sub Indo: Bounty dan Identitas Loki Terungkap!
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunnews.com, ZA merupakan mantan Komisaris BUMN.
Perannya diduga sebagai penghubung antara bandar judi online dan pihak kementerian.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Ade Ary Syam Indradi mengungkapkan, pegawai Kementerian Komdigi yang terlibat kasus judi online ini diduga melakukan penyalahgunaan wewenang.
“Mereka ini dikasih kewenangan sebenarnya untuk melakukan atau mengecek web-web judi online, kemudian mereka diberi kewenangan penuh untuk memblokir,” ujar Ade Ary saat dikonfirmasi, Jumat (1/11/2024).
Seharusnya ada 5.000 situs judi online yang diblokir.
Namun, 10 oknum pejabat dan pegawai Komdigi tersebut hanya memblokir 4.000 situs judol.
Sementara itu, 1.000 situs judi online sisanya "diamankan" agar tetap aktif.
Salah satu oknum pegawai dari Komdigi mengatakan bahwa mereka mematok harga Rp 8,5 juta per situs judi online yang diamankan.
Artinya, jika dikalkulasi, mereka meraup Rp 8,5 miliar sebagai imbalan "memelihara" 1.000 situs judi online tersebut.
Polda Metro Jaya belakangan membuka peluang untuk ikut memeriksa Budi Arie terkait belasan pegawai Komdigi yang membekingi situs judi online.
Tanggapan Budi Arie

Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengakui bahwa ada mantan anak buahnya yang terlibat dalam judi online.
Beberapa pejabat melaporkan keterlibatan anak buahnya membekingi kegiatan yang melanggar hukum tersebut.
"Sebagian pegawai Komdigi (dulu Kominfo) saya kenal karena pernah dibawa Dirjen dan Direktur Pengendalian untuk diskusi dengan saya," ujarnya kepada Tribunnews.com, Rabu (6/11/2024).
Baca juga: Spoiler Lengkap dan Link Manga One Piece Chapter 1131 Sub Indo: Bounty dan Identitas Loki Terungkap!
"Selama menjadi menteri, saya sudah mendapat laporan dan mencurigai mereka ada yang bermain. Sehingga saya pindah tugaskan," sambungnya.
Budi Arie menegaskan dirinya mendukung penuh pemberantasan judi online.
"Kita dukung pemberantasan Judi Online. Karena sangat merugikan rakyat kecil. Mereka mengkhianati negara termasuk mencederai kepercayaan saya sebagai atasan mereka saat itu. Mereka ikut menghisap darah rakyat," katanya.
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pernyataan Budi Arie Setelah Mantan Anak Buahnya Terjerat Kasus Judi Online di Kominfo.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.