Berita Lombok Tengah

Pelaku UMKM Sarang Burung Walet di Lombok Tengah Tutup Sementara, Imbas Penutupan Pasar Ekpor

Pegiat UMKM sarang burung walet di Lombok Tengah lesu imbas tutupnya pasar ekspor sarang burung walet ke negeri tirai bambu Cina

Penulis: Sinto | Editor: Idham Khalid
Dok.Istimewa
Ilustrasi sarang burung walet. 

Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Sinto

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Pelaku UMKM sarang burung walet di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami penurunan omzet, buntut tutupnya pasar eksport sarang burung walet ke negeri tirai bambu Cina.

Atas kondisi demikian, membuat harga sarang burung walet mengalami penurunan yang cukup drastis.  

Diketahui penurunan harga sarang burung walet ini terjadi sejak April 2024 lalu dan diprediksi akan terus mengalami penurunan.

Pelaku UMKM sarang burung walet, Danil Arrahman mengatakan, pihaknya menutup produksi sarang burung walet untuk sementara waktu.

"Kami menunggu harga normal dan pasar sarang burung walet ke Cina dibuka kembali. Untuk sementara produksi kita tutup sementara, sampai harga benar-benar normal," ujarnya kepada Tribun Lombok, Sabtu (18/8/2024). 

Danil menuturkan, harga sarang burung walet  sebelumnya capai Rp 12 juta perkilogram sementara saat ini  merosot hingga diangka Rp 4 juta perkilogramnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Industri Disperindag Loteng Baiq Yuliana Apriani menerangkan, bahwa situasi pasar sarang burung walet secara global saat ini sedang tidak baik-baik saja.

Sehingga para petani burung walet menjadi lesu, karena terjadi penurunan harga yang cukup signifikan.

Baca juga: Pemkot Bima Mulai Bahas Rancangan Perda Pengelolaan dan Usaha Sarang Burung Walet

"Produksi sarang burung walet kita berhenti dulu, khususnya untuk pencucian," kata Yuliana. 

Dikatakannya, dengan kondisi pasar ini harga sarang burung walet ini tidak hanya terjadi di Loteng. namun terjadi di seluruh Indonesia karena pengiriman ke Cina ditutup.

"Meski begitu, para pengusaha sarang burung walet tetap melakukan terobosan baru, dengan menjual secara kemasan ke masyarakat lokal," tandasnya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved