Pendapatan PT AMMAN Melonjak di Semester I 2024

Kenaikan laba bersih PT Amman Mineral International Tbk (AMMN) didukung peningkatan penjualan yang melonjak 167 persen

Penulis: Rozi Anwar | Editor: Wahyu Widiyantoro
Dok. AMMAN
Tambang terbuka AMMAN di Batu Hijau Sumbawa Barat. Kenaikan laba bersih PT Amman Mineral International Tbk (AMMN) didukung peningkatan penjualan yang melonjak 167 persen. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com Rozi Anwar

TRIBUNLOMBOK.COM, SUMBAWA BARAT - PT Amman Mineral International Tbk (AMMN) melaporkan laba bersih sebesar USD 475 juta atau setara dengan Rp7,6 triliun pada semester I-2024 atau kuartal II, naik tiga kali lipat (298 persen) dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar USD 119 juta.

"Kinerja kami pada paruh pertama tahun 2024 mencapai level tertinggi dalam tujuh tahun terakhir," kata Presiden Direktur Amman Mineral, Alexander Ramlie, dalam keterangan tertulisnya, pada Jumat (26/7/2024).

Sejak PT AMMN mengambil alih operasi Batu Hijau, AMMN berhasil memecahkan rekor produksinya

"Pada semester I-2024, produksi tembaga dan emas masing-masing meningkat 76 persen dan 189 persen," jelasnya.

Baca juga: PT AMMAN Berangkatkan 32 Pelajar Penerima AMMAN Scholars

Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), kenaikan laba bersih ini didukung oleh peningkatan penjualan yang melonjak 167 persen, dari USD580 juta menjadi USD1,55 miliar.

"Penjualan tembaga dan emas masing-masing menyumbang sebesar USD770 juta dan USD779 juta," ujarnya

Sementara itu, beban pokok penjualan naik 133 persen, dari USD298 juta menjadi USD697 juta, menghasilkan laba kotor sebesar USD851 juta.

"Beban operasional AMMN relatif terjaga di angka USD67 juta, sehingga laba operasional meningkat 253 persen, dari USD222 juta menjadi USD785 juta," terangnya.

Baca juga: PT Amman Mineral Nusa Tenggara Jajaki Kerjasama dengan RSUD Provinsi NTB

Dari sisi balance sheet, posisi kas dan setara kas AMMN relatif stabil sebesar USD1,33 miliar. Piutang usaha turun 28 persen menjadi USD204 juta dan persediaan tetap stabil di angka USD203 juta.

"Per 31 Juni 2024, pinjaman bank jangka pendek AMMN turun tipis 7 persen ke level USD187 juta, sementara pinjaman bank jangka panjang naik 20 persen menjadi USD3,6 miliar dari USD3 miliar pada akhir tahun lalu," tandasnya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved