Berita Lombok Tengah
Angka Kemiskinan Lombok Tengah Masuk 4 Terendah di NTB
Data BPS Kabupaten Lombok Tengah masuk daftar empat terendah angka kemiskinan dari 10 kabupaten/kota di Provinsi NTB
Penulis: Sinto | Editor: Idham Khalid
Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Sinto
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Tengah masuk daftar empat terendah dari 10 kabupaten/kota di Provinsi NTB.
Kepala BPS Lombok Tengah Syawaluddin Siregar mengatakan, selama 8 tahun terakhir, Kabupaten Lombok Tengah masuk empat terendah di NTB.
"Turunnya angka kemiskinan di Lombok Tengah hanya kalah dari Kota Mataram, Kota Bima dan Kabupaten Dompu. Angka kemiskinan di Lombok Tengah hanya 12,07 persen," jelas Syawaluddin dalam konferensi pers di Kantor Bupati Lombok Tengah, Kamis (25/7/2024).
Dikatakan Syawaluddin, selama empat tahun terakhir atau pada pemerintahan Pathul-Nursiah kemiskinan di Lombok Tengah bisa diturunkan sebanyak 1,37 persen.
Menurut Syawaluddin, secara akumulasi ukuran tersebut termasuk cukup tinggi untuk ukuran NTB dengan jumlah penduduk yang cukup banyak.
Syawaluddin menjelaskan, jumlah penduduk miskin di Lombok Tengah pada Maret 2024 mencapai 122 ribu orang. Jumlah orang miskin tersebut turun 7,42 ribu atau turun 0,8 persen dari Maret 2023.
"Semakin kecil angka kemiskinan maka menurunkannya semakin sulit. Dibandingkan dengan Lombok Utara, dia besar turunnya karena angka kemiskinan juga besar," terang Syawaluddin.
"Tapi kalau angka kemiskinan sudah menyentuh 15 persen kebawah sudah sangat-sangat berat menurunkannya. Karena biasanya itu tinggal sisa-sisa yang memang cukup berat dan parah dari angka kemiskinan itu. Jadi itu kerak-keraknya lah," sambung Syawaluddin.
Pihaknya melihat penyumbang kemiskinan terbesar dari komoditi makanan di Lombok Tengah adalah beras.
"Penyumbang terbesar kedua adalah rokok kretek filter. Kenapa rokok menjadi penyumbang. Misal orang yang bekerja mempunyai penghasilan Rp 100 ribu per hari. Dia bisa mengeluarkan uang untuk konsumsi rokok Rp 15-20 ribu per hari. Hanya untuk rokok sudah mengeluarkan 20 persen dari pendapatannya," jelas Syawaluddin.
Beras menyumbang penyebab angka kemiskinan diangka 20 persen sedangkan rokok menjadi penyumbang kedua dengan angka 6 persen.
Dikatakannya, penyumbang penyebab kemiskinan di Lombok Tengah dari segi non makanan adalah perumahan, bensin, bahan bakar, listrik, pendidikan dan perlengkapan lainnya
Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah mengatakan, angka kemiskinan turun 0,8 persen tersebut merupakan keberhasilan.
Nursiah menjelaskan, keberhasilan ini tidak terlepas dari program pusat dan kabupaten, peran dinas, masyarakat.
Baca juga: Cerita Lizaumami Korban Penipuan HRD PT BPL, Gadai Emas Demi Kerja di Instansi Lombok Tengah
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.