Kamis, 21 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Berita NTB

Menkominfo Budi Arie Didesak Mundur Buntut Serangan Siber, Projo NTB Siap Pasang Badan

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi untuk mundur dari jabatannya imbas serangan siber.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Endra Kurniawan
TribunLombok.com/Istimewa
Menkominfo Budi Arie Setiadi dan Ketua Relawan Pro-Jokowi (Projo) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Imam Sofian. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com Rozi Anwar

TRIBUNLOMBOK.COM, Mataram - Sejumlah pihak mendesak Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi untuk mundur dari jabatannya imbas serangan siber yang menyasar Pusat Data Nasional Sementara (PDSN).

Ketua Relawan Pro-Jokowi (Projo) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Imam Sofian mengaku pihaknya siap pasang badan kepada Budi Arie yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Projo itu.

Imam menduga ada motif lain di balik dihembuskannya desakan kepada Budi Arie untuk mundur. Dirinya menilai Menkominfo tengah sangat getol memberantas judi online. Sehingga ada pihak-pihak yang merasa terusik lantaran sikap tegas melawan judi online yang ditunjukkan Budi Arie.

Baca juga: Cara Daftar dan Login Link KIP Kuliah 2024 Setelah Error PDN, Dibuka 29 Juli Hingga 31 Oktober

"Serangan siber ini kan momennya bersamaan dengan operasi memberantas judi online yang saat ini tengah fokus dilakukan Kemenkominfo di bawah kendali Budi Arie. Sepertinya ada pihak yang merasa kepentingan nya diganggu makanya muncul serangan siber kemudian desakan mundur," kata Imam saat dihubungi pada Minggu (30/6/2024).

Projo NTB, kata Imam akan pasang badan membela Budi Arie. Pihaknya juga mendorong agar Budi Arie makin gencar memberantas judi online. Selain itu, Imam menyebut, Budi Arie punya mental kesatria. Ia tak akan surut dengan 'goyangan-goyangan' seperti ini.

"Saya kenal betul sama beliau (Budi Aried). Ini hal-hal yang masih dalam batas kendali. Dan saya tahu, Budi Arie enggak akan mungkin meninggalkan medan perang ini. Malah sebaliknya, hati-hati," bebernya.

Selain itu, Imam juga berpandangan bahwa isu serangan siber ini juga digunakan oleh pihak-pihak yang belum menerima kekalahan di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Sebab menurutnya, dalam perhelatan Pilpres 2024, Budi Arie selaku Ketua Projo punya peran vital menggalang dukungan untuk Prabowo-Gibran.

"Pasti (ada hubungan dengan pilpres), masih ada barisan sakit hati, mereka juga ikut memainkan isu ini. Publik sudah cerdas, sudah bisa membaca lebih dalam terkait apa yang terjadi," terangnya.

Baca juga: Server PDN Gangguan, Imigrasi Tetap Layani Perlintasan dan Permohonan Paspor

Lebih jauh, Imam memang tak menampik, ketahanan siber Indonesia memang harus terus diperbaiki dari waktu ke waktu, meski adaptif terhadap perkembangan zaman.

"Salah satu yang perlu ya support anggaran, ini bisa meningkatkan kualitas sumber daya," terangnya.

Terakhir, Imam mengajak seluruh pihak untuk mulai peduli kepada keamanan siber. Menjaga keamanan siber menurutnya adalah tugas kolektif.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved