Berita Kota Bima

Pemkot Bima Mendukung Edukasi Literasi Keuangan Bagi Penyandang Disabilitas

Pemerintah Kota Bima mendukung upaya meningkatkan literasi keuangan bagi penyandang disabilitas.

Penulis: Toni Hermawan | Editor: Endra Kurniawan
Dok Diskominfotik Kota Bima
Pemkot Bima bersama OJK NTB saat mengiuti acara edukasi keuangan bagi penyandang disabilitas di Paruga Nae Convention Hall, Kota Bima, Selasa (26/3/2024). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Toni Hermawan

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA BIMA - Pemerintah Kota Bima mendukung upaya meningkatkan literasi keuangan bagi penyandang disabilitas. Sebab penting inklusi keuangan bagi semua lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, untuk memastikan bahwa mereka memiliki akses yang sama terhadap layanan keuangan yang diperlukan.

Asisten I Setda Kota Bima Alwi mengatakan pentingnya memperkuat kesadaran akan literasi keuangan serta meningkatkan aksesibilitas layanan keuangan bagi seluruh warga Kota Bima, termasuk para disabilitas.

Baca juga: Pemkot Bima Ikuti Video Conference Pengendalian Inflasi Daerah Bersama Kemendagri

"Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan dapat menjadi pusat literasi dan inklusi keuangan sehingga masyarakat memperoleh akses keuangan yang lebih mudah serta melindungi masyarakat dari berbagai produk investasi dan keuangan ilegal yang berpotensi merugikan masyarakat," kata Alwi saat mengikuti edukasi keuangan bagi penyandang disabilitas di Kota Bima yang berlangsung di Paruga Nae Convention Hall Kota Bima, Selasa (26/3/2024).

Ia mendorongan dan memberikan semangat kepada para peserta untuk memahami pentingnya manajemen keuangan dalam kehidupan sehari-hari.

"Pentingnya inklusi keuangan bagi semua lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, untuk memastikan bahwa mereka memiliki akses yang sama terhadap layanan keuangan yang diperlukan," tegas Alwi.

Sementara itu, Kepala OJK NTB, Rico Rinaldy, mengatakan inklusi keuangan adalah hak bagi semua individu, tanpa terkecuali dan kegiatan semacam ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan aksesibilitas keuangan yang lebih luas bagi disabilitas.

"Kami berharap acara ini akan menjadi titik awal dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan literasi dan pemahaman keuangan di kalangan penyandang disabilitas, sehingga mereka dapat lebih mandiri dalam mengelola keuangan pribadi dan mengakses layanan keuangan yang dibutuhkan," harapnya.

Ia berharap melalui kolaborasi antara berbagai pihak terkait termasuk pemerintah daerah dan lembaga swadaya masyarakat dapat dilakukan upaya untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan ramah bagi semua warga, termasuk disabilitas dalam mengakses layanan keuangan serta mengembangkan potensi diri terutama dalam menunjang geliat ekonomi keluarga sebagai pelaku usaha kreatif baru di tengah masyarakat.

Baca juga: Pemkot Bima Ajak Masyarakat Desa Bersatu Lawan Narkoba lewat Program Ketahanan Keluarga

"OJK NTB akan terus hadir terutama dalam mengawal kemudahan akses permodalan bagi penyandang disabilitas," janjinya.

Dalam pemaparan materi ini disesuaikan dengan kebutuhan dan keterbatasan yang dimiliki oleh penyandang disabilitas, para peserta mendapatakan edukasi keuangan bagi penyandang disabilitas mencakup dasar-dasar manajemen keuangan, literasi perbankan, perlindungan keuangan, perencanaan masa depan, teknologi keuangan, dan hak-hak keuangan.

"Tujuannya adalah memberikan pemahaman tentang pengelolaan uang, produk perbankan, perlindungan finansial, investasi, teknologi keuangan, serta hak-hak sebagai konsumen keuangan," pungkasnya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved