Berita Kota Bima

Pemkot Bima Ikuti Video Conference Pengendalian Inflasi Daerah Bersama Kemendagri

Pemerintah Kota (Pemkot) Bima mengikuti video conference (vicon) bersama Kemendagri terkait pengendalian inflasi daerah, Senin (25/3/2024).

Penulis: Toni Hermawan | Editor: Endra Kurniawan
Dok Diskominfotik Kota Bima
Sekda Kota Bima H Mukhtar Landa saat mengikuti vicon bersama Kemendagri terkait pengendalian inflasi daerah, Senin (25/3/2024). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Toni Hermawan

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA BIMA - Pemerintah Kota (Pemkot) Bima mengikuti video conference (vicon) bersama Kemendagri terkait pengendalian inflasi daerah, Senin (25/3/2024).

Vicon ini dipimpin langsung oleh Inspektur Jendral Kementerian Dalam Negri Komjen Pol Drs Tomsi Tohir dan di ikuti oleh seluruh kepala daerah se-Indonesia melalui sambungan dalam jaringan (daring).

Dalam kesempatan itu, disampaikan sebanyak 214 Kabupaten/Kota yang belum melakukan upaya konkret dalam penanganan inflasi.

Baca juga: Pemkot Bima Bertemu Kementerian LHK untuk Bahas Pembangunan IAIN Bima

"Sesuai dengan data yang ada masih terdapat 214 Kabupaten Kota yang belum sama sekali melakukan bentuk upaya konkret dalam penanganan inflasi," katanya.

Ia melanjutkan bagi khususnya bagi 14 kepala daerah yang telah melaksanakan upaya konkretmulai dari melaksanakan operasi pasar, sidak kepasar, sidak ke distributor supaya tidak menahan barang, kerja sama dengan daerah penghasil komoditi untuk kelancaran pasokan, gerakan menanam bahan pangan, merealisasikan BTT serta memberikan dukungan transportasi dari APBD.

"Saya ucapkan terimakasih dan bagi daerah yang baru melaksanakan sebagian agar diupayakan dengan maksimal," pintanya.

Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Pudji Ismartini mengatakan berdasarkan pemantauan harga SP2KP pada minggu ketiga maret 2024 terdapat beberapa komoditas pangan yang perlu diwaspadai terjadi kenaikan harga.

"Minggu ketiga perlu diwaspadai terkait komoditas bahan pangan berupa telur ayam ras dan daging ayam ras karena diindikasikan adanya kenaikan harga di sebagian besar wilayah," katanya.

Baca juga: Pemkot Bima Kembali Gelar Operasi Pasar, Sediakan Bahan Pokok Murah untuk Masyarakat

Ia melanjutkan untuk indeks perkembangan harga Maret 2024 terhitung mulai tanggal 18 hingga 22 Maret 2024 masih tergolong stabil.

"Secara nasional perkembangan harga di minggu ketiga maret cenderung stabil, ditunjukan dari relatif tidak berubahnya jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan/penurunan harga IPH, termasuk harga beras selama tiga minggu di bulan Maret cenderung stabil, jika dibanding bulan Februari masih lebih tinggi sekitar 3 persen," ujarnya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved