Selasa, 19 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Komunitas Akarpohon Gelar Majelis Buku Tipis, Delapan Penulis Bicara Proses Kreatif

Edisi perdana Majelis Buku Tipis terdiri dari 8 buku di antaranya 5 buku puisi yang masing-masing berisi 20 puisi, serta 3 buku cerpen

Tayang:
Penulis: Laelatunniam | Editor: Wahyu Widiyantoro
ISTIMEWA
Para penulis yang membicarakan bukunya di Majelis Buku Tipis Komunitas Akarpohon, Gilang Sakti Ramadhan, Chaidir Amry, M. Allan Hanafi, dan Rony Fernandez (berdiri, dari kiri ke kanan). Serta, Tara Febriani Khaerunnisa, Bunga D. Prasasti, Bulan Nurguna, dan Abed Ilyas (duduk, dari kiri ke kanan). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Laelatunni'am

TRIBUNLOMBOK. COM, MATARAM - Komunitas Akarpohon Mataram menggelar Majelis Buku Tipis di Segara Space, Kota Mataram.

Delapan penulis NTB membahas proses kreatif buku yang diterbikan dengan konsep buku tipis dalam program tahunan Komunitas Akarpohon yang digelar selama dua hari Jumat, (16/2/2024) dan Sabtu 17/2/2024).

Pendiri Komunitas Akarpohon, Kiki Sulistyo menyampaikan, Majelis Buku Tipis mulai dikerjakan pada 2024 sekaligus sebagai tanda usia 15 tahun komunitas ini.

Majelis berangkat dari pikiran karya-karya yang kuantitasnya terbatas tapi dengan kualitas yang pantas.

Baca juga: Komunitas Akarpohon Mataram Sukses Gelar Microfest 2022, Ruang Bicara Sastrawan dan Musisi

Karya tersebut berasal dari generasi terkini maupun generasi sebelumnya yang perlu mendapat tempat untuk dibukukan.

“Karena kuantitas yang terbatas, kami mengambil model Extended Play (EP) dari industri musik. Frasa ‘buku tipis’ serupa dengan rekaman EP atau sering juga disebut sebagai mini album.

"Model ini kami anggap solusi tepat untuk penerbitan karya-karya penulis generasi terkini di Lombok, maupun karya-karya generasi sebelumnya yang telah tersiar, atau tercecer di berbagai publikasi lepas, yang kuantitasnya terbatas,” jelas Kiki.

Edisi perdana Majelis Buku Tipis terdiri dari 8 buku di antaranya 5 buku puisi yang masing-masing berisi 20 puisi, serta 3 buku cerpen yang masing-masing berisi 5 cerpen.

Yakni buku puisi Menghabiskan Masa Kecil Bersama (Bukan) Manusia karya Bulan Nurguna, buku puisi Amerikano karya Gilang Sakti Ramadhan, buku puisi Impasto karya Abed Ilyas.

Baca juga: Komunitas Akarpohon Mataram Gelar Perayaan Buku karya Bulan Nurguna: Satu Keluarga Telah Lengkap

Selanjutnya buku puisi Musa yang Lain karya Chaidir Amry, buku cerpen Surat Api karya Tara Febriani Khaerunnisa, buku cerpen Api Masih Menyala karya Rony Fernandez, buku cerpen Bayangan Kelinci di Bulan karya Bunga D. Prasasti, dan buku puisi Supersonik karya M. Allan Hanafi.

Artwork sampul maupun kebutuhan foto, Komunitas Akarpohon melibatkan secara kolektif para perupa dan fotografer yang punya karir masing-masing.

Semua buku tersebut diluncurkan dan dipercakapkan bersama-sama dalam suatu majelis yang diselenggarakan selama dua hari.

Di samping itu, edisi perdana ini juga menandai Akarpohon sebagai penerbit yang lebih independen.

Sebab tidak lagi menggunakan International Serial Book Number (ISBN) sebagai rujukan, dan lebih memilih menyusun sendiri katalog terbitan dengan kode yang sudah dirancang sebelumnya.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved