Senin, 4 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

6 Rukun Haji yang Tidak Boleh Ditinggalkan Agar Ibadah Sah

Jemaah haji wajib berniat dan memakai ihram di lokasi (miqat makani) serta waktu (miqat zamani) yang telah ditentukan.

Tayang:
Editor: Laelatunniam
Dok. Media Center Haji Kemenag
HAJI- Sejumlah jemaah haji Indonesia tiba di Makkah usai menempuh perjalanan darat dari Madinah. 

Ringkasan Berita:
  • Jemaah haji wajib berniat dan memakai ihram di lokasi (miqat makani) serta waktu (miqat zamani) yang telah ditentukan, dengan ketentuan pakaian khusus bagi lelaki (kain tanpa jahitan) dan wanita (pakaian menutup aurat).
  • Ibadah haji sah jika memenuhi 5 syarat (Islam, baligh, berakal, merdeka, mampu) dan melaksanakan 6 rukun (ihram, wukuf, tawaf ifadah, sa'i, cukur, tertib). Terdapat tiga cara pelaksanaan: Ifrad, Qiran, atau Tamattu'.

TRIBUNLOMBOK.COM - Setiap jemaah haji wajib membaca niat melaksanakan ibadah haji sejak dari miqat zamani (batas waktu) dan miqat makani (batas tempat).

Miqat zamani yaitu waktu pelaksanaan rangkaian ibadah haji, mulai bulan Syawal hingga terbit fajar pada 10 Dzulhijjah (hari Nahar).

Adapun miqat makani jemaah haji Indonesia berbeda sesuai jalur keberangkatan menuju Mekkah.

Gelombang 1 (dari Madinah) berihram di Zulhulaifah (Bi’r Ali), sedangkan gelombang 2 (dari Jeddah) bisa mulai dari Asrama Haji, di pesawat saat mendekati miqat, atau Bandara Jeddah.

Niat haji atau berihram kemudian diikuti dengan mengenakan pakaian ihram sesuai ketentuan, yang menandai dimulai rangkaian ibadah haji.

Bagi jemaah laki-laki memakai dua kain putih tanpa jahitan.

Sedangkan jemaah haji perempuan memakai pakaian biasa yang menutup aurat dan wajib menampakkan wajahnya, serta pergelangan tangan hingga telapak tangan.

“Janganlah kalian memakai baju (yang berjahit), celana, sorban, dan jangan pula wanita yang berihram memakai cadar dan sarung tangan.” (HR. Bukhari)

Setelah berihram, maka jemaah haji dilarang melakukan perbuatan rafats (perkataan/perbuatan kotor), fusuq (maksiat), dan jidal (berbantah-bantahan).

Dalam buku Manasik Haji dan Umrah 2026, Kementerian Haji dan Umrah membagikan doa niat haji sebagai berikut.

Niat Haji
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ حَجًّا
Labbaika allāhumma ḥajjan

Artinya: “Aku sambut panggilan-Mu ya Allah untuk berhaji.”

Atau,

نَوَيْتُ الْحَجَّ وَأَحْرَمْتُ بِهِ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitul ḥajja wa ahramtu bihī lillāhi ta‘ālā

Artinya: “Aku berniat haji dan berihram karena Allah Ta’ala.”

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved