Pemprov NTB Tambah Area Tanam Cabai untuk Kendalikan Inflasi

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), akan menambah jumlah area tanam untuk cabai di Kabupaten Lombok Timur.

Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Endra Kurniawan
TRIBUOMBOK.COM/ROBBY FIRMANSYAH
Pj Gubernur NTB H Lalu Gita Ariadi usai menghadiri rapat bersama TPID di Gedung Sangkareang, Jumat (12/1/2024). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), akan menambah jumlah area tanam untuk cabai di Kabupaten Lombok Timur.

Penjabat Gubernur NTB H Lalu Gita Ariadi mengatakan, penambahan jumlah area tanam tersebut untuk bisa memenuhi kebutuhan cabai warga NTB serta kebutuhan nasional.

Penambahan area tanam juga sebagai upaya untuk pengendalian inflasi daerah. Sebagai mana diketahui per Desember 2023 angka inflasi di NTB masih berada di 3,2 persen.

Baca juga: Pj Sekda NTB Harap Masyarakat Tanam Cabai Sendiri untuk Bantu Tekan Angka Inflasi

"Kita berkomitmen cabai ini tetap terkendali di 2024," kata Miq Gita usai membuka rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Jumat (12/1/2024).

Miq Gita juga mengatakan dengan penambahan area tanam tersebut, Pemprov NTB akan menyiapkan rantai pasok yang menguntungkan para petani cabai tersebut.

Tidak hanya itu, Mantan Kepala Dinas Pariwisata NTB itu juga akan melakukan hilirisasi terhadap hasil panen cabai tersebut. Dengan menyiapkan berbagai olahan dari cabai bila sewaktu-waktu terjadi kelebihan hasil panen cabai.

"Produksi cabai yang melimpah bukan sesuatu yang tidak berharga, tetapi bisa diolah menjadi sambel dan lain sebagainya kita harus berpikir ke arah sana," kata Miq Gita.

Baca juga: Dinas Perdagangan NTB Nilai Kenaikan Harga Cabai Masih Wajar, Sebut Gara-gara Permainan Pasar

Kepala Biro Ekonomi Setda NTB H Wirajaya mengatakan kebutuhan cabai untuk wilayah NTB setiap bulannya hampir 1.000 ton. Sehingga harapannya dengan penambahan area tersebut bisa terpenuhi.

"Kebutuhan cabai kita dari penambahan area bisa menutupi kebutuhan cabai," kata Wirajaya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved