Cara Rannya Bikin UMKM di Lombok Naik Kelas: Pelatihan Wirausaha, Digitalisasi Pemasaran
Pelaku UMKM di Lombok perlu diberi pelatihan kewirausahaan dan mengembangkan pemasaran digital
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK BARAT - Wakil Ketua DPD Gerindra NTB Rannya Agustyra Kristiono menilai UMKM punya potensi besar meningkatkan kesejahteraan.
Putri anggota DPR RI Almarhum H. Bambang Kristiono (HBK) ini punya program untuk UMKM agar naik kelas.
Caranya dengan melatih para pelaku UMKM mengenai wirausaha kemudian mengembangkan produknya lewat pemasaran digital.
"Saya merasakan sendiri, kualitas dari produk UMKM rumahan jauh lebih tinggi, " urainya, Jumat (6/10/2023).
Caleg DPR RI Dapil NTB II ini memberi contoh dari kunjungannya ke pelaku UMKM gula semut di Dusun Kedondong Atas, Desa Pusuk Lestari, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat bersama HBK Peduli.
Baca juga: Rannya Agustyra Kristiono Rangkul Generasi Muda Lombok Lewat Aksi Sosial Hingga Ekonomi Kreatif
lulusan Brunnell University London itu mengikuti langsung proses pembuatan gula semut.
Mulai dari mengambil air aren (nira) hingga menjadi butiran halus gula semut tradisional yang sangat manis.
"Ternyata perjuangan mereka dalam membuat gula semut ini tidak mudah," ujarnya sembari menunggu proses pembuatan gula semut di kediaman warga.
Rannya mendukung UMKM berbasis rumahan yang selama ini menjadi penggerak ekonomi masyarakat, khususnya di pedesaan.
Sang Penerus HBK itu melihat, problem UMKM lokal di Pulau Lombok saat ini adalah belum jelasnya pangsa pasar atau market.
Baca juga: Rannya Kristiono Terpilih Jadi Ketua Tidar NTB, Bertekad Beri Hattrick Kemenangan untuk Prabowo
Konsumennya belum tercipta secara baik.
Rannya menilai perlunya pengenalan produk melalui digital marketing agar produk UMKM dikenal luas.
Hal ini penting guna memperlebar sayap pelaku UMKM dalam memasarkan produknya agar bisa naik kelas.
"Digitalisasi adalah bentuk adaptasi dengan perkembangan zaman. Saya mendorong digitalisasi dengan membangun ekosistem kemitraan antara UMKM, lokapasar (marketplace), dan lembaga-lembaga terkait untuk mendukung pemasaran," terangnya.
Menurutnya, langkah melalui digital marketing sejalan dengan perubahan pola konsumsi masyarakat sejak pandemi Covid-19.
Yakni masyarakat yang berbelanja secara daring.
Pelaku usaha pun, kata dia, perlu menyambutnya dengan beradaptasi.
Pelatihan Wirausaha
Rannya menunjukkan kiprah HBK yang menghadirkan pelatihan kewirausahaan dengan Kemenkominfo bagi pelaku UMKM di Lombok yang baru merintis.
Rannya pun meneruskan program itu untuk mendukung UMKM di Lombok dapat terus berkembang.
UMKM merupakan salah satu penopang utama roda ekonomi di masyarakat.
Rannya mengaku anak muda bisa menjadi insiator dengan menyelaraskan antara budaya masyarakat dengan perkembangan teknologi.
Baca juga: Rannya Agustyra Kristiono-HBK Peduli Salurkan Air Bersih ke Warga Lombok yang Terdampak Kekeringan

"Sebagai anak muda juga, harus terlibat aktif sebagai motor penggerak UMKM. Caranya bagaimana? Kita mesti kombinasikan dengan perkembangan teknologi. Terutama pemasaran," beber Rannya.
Gerakan Bangga Buatan NTB
Rannya mengungkapkan gagasannya untuk pemberdayaan UMKM Pulau Lombok dan NTB umumnya.
Ia mengusunga tagline "Bangga Buatan NTB".
Maknanya, masyarakat bagi sebagai konsumen maupun pelaku UMKM turut serta mempromosikan produk-produk lokal.
"Bangga Buatan NTB ini mesti ada dukungan dan partisipasi penuh dari seluruh masyarakat untuk menjadi pahlawan di negeri sendiri, dengan terus membeli dan memakai produk buatan NTB," tegas Rannya.
Hal itu sejalan dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 43 Tahun 2022 tentang bela beli produk lokal.
Keberadaan pergub itu juga didukung dengan penerbitan e-katalog produk lokal.
"Kita sudah punya wadahnya. Tinggal kita masifkan sosialisasi agar seluruh masyarakat memahami itu," jelasnya.
Kepala Dusun Kedondong Atas, Desa Pusuk Lestari, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat Iskandar Zulkarnain berharap produk gula semut dapat membuka akses pasar.
"Terus terang keluhan kita selama ini soal pemasaran, promosi. Setiap hari memang selalu ada pesanan, tapi kita butuh kepastian. Agar produksi masyarakat juga bisa ditingkatkan," kata Iskandar saat berdialog dengan Rannya.
(*)
TNI-Polri dan Ojol di Lombok Tengah Gelar Doa Bersama dan Sholat Gaib Untuk Affan Kurniawan |
![]() |
---|
Penemuan Mayat Mahasiswi Unram di Pantai Nipah, Polisi Kumpulkan Sejumlah CCTV di Sekitar TKP |
![]() |
---|
Kolaborasi Sehat di HUT RI ke-80, Pemkab Lobar Sukses Gelar Jalan Sehat hingga Aksi Bergizi |
![]() |
---|
Angka Perkawinan Anak di Lombok Timur Diklaim Menurun |
![]() |
---|
Baznas Lombok Timur Target Penerimaan Zakat Mencapai Rp17,5 miliar di Tahun 2025 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.