Berita Kota Bima

Wali Kota Bima Beberkan Sejumlah Faktor Penyebab Seseorang Terpapar Paham Radikalisme dan Terorisme

Sosialisasi yang mengangkat tema “Optimalisasi Pencegahan Intoleransi dan Radikalisme” guna mewujudkan Kamtibnas Kota Bima yang damai dan kondusif.

Penulis: Laelatunniam | Editor: Dion DB Putra
DISKOMINFOTIK KOTA BIMA
Wali Kota Bima HM.Lutfi (tengah) saat menghadiri sosialisasi tentang pencegahan paham radikalisme dan terorisme di Kota Bima pada Mei 2023 lalu. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Laelatunni'am

TRIBUNLOMBOK.COM, BIMA- Pemerintah Kota (Pemkot) Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat menyelenggarakan sosialisasi khusus tentang pencegahan paham radikalisme dan terorisme di Kota Bima pada Mei lalu.

Sosialisasi yang mengangkat tema “Optimalisasi Pencegahan Intoleransi dan Radikalisme” guna mewujudkan Kamtibnas Kota Bima yang damai dan kondusif.

Baca juga: Kota Bima Raih Penghargaan Pembangunan Daerah Terbaik Se-NTB Empat Kali Berturut-turut

Wali Kota Bima HM Lutfi dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa ada sejumlah faktor penyebab seseorang bisa terpapar paham radikalisme dan terorisme.

Beberapa di antaranya karena pemahaman agama yang tidak sempurna, kemiskinan, kesenjangan sosial, rasa putus asa, anti demokrasi, kurangnya edukasi, empati yang berlebihan, termasuk tidak cerdas bermedia sosial.

Untuk menangani isu yang cukup sensitif ini Lutfi mengatakan semua pihak harus terlibat termasuk birokrasi dan masyarakat.

“Pencegahan radikalisasi bukan hanya tugas pemerintah pusat saja namun tanggung jawab kita semua agar menciptakan situasi yang damai dan kondusif," kata HM Lutfi.

Wali Kota Bim HM Lutfi merinci pencegahan radikalisme dan terorisme dimulai dengan memberikan pemahaman agama yang baik dan pas kepada anak-anak sehingga mereka tidak mudah terpapar paham-paham radikal.

Kemudian memberikan ruang kepada mantan narapidana kasus radikalisme dan terorisme untuk mendapat pelatihan dan keterampilan. Selanjutnya, kata Lutfi, memberdayakan ustad dan guru ngaji di yang berperan penting memberi agama di tengah masyarakat Kota Bima.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kecamatan Raba tersebut dihadiri Katim Direktorat Pencegahan densus 88, Ketua Tim Densus 88, Kasat intel Bima Kota, Kepala Badan Kesbangpol Kota Bima, Camat Raba serta lurah se-kecamatan Raba.

“Saya sangat mengapresiasi dengan keberadaan Densus 88 yang selama ini memberikan manfaat dan angin segar bagi masyarakat Kota Bima untuk pencegahan radikalisasi,"ucapnya

Lutfi juga menyampiakan terima kassih kepada Babinsa dan Babinkantibnas yang selama ini juga menanggulangi masalah sosial dan aktif dalam meningkatkan kesadaran hukum ditengah masyarakat Kota Bima.

Dengan segala inovasi, Pemkot Bima saat ini sudah menyediakan aplikasi Saninu sebagai sarana aduan kondisi keamanan dan ketertiban umum guna mencegah radikalisme, sehingga kejadian yang ada dimasrayakat bisa terdeteksi dengan cepat.

Di akhir acara sosialisasi, Lutfi berharap agar seluruh camat, lurah, Babinsa dan Babinkatibnas berkoordinasi dengan baik, dengan harapan pencegahan terhadap tumbuh kembangnya paham radikalisme dapat dideteksi dan diminimalisir sejak dini.

“Kalau daerah kita aman maka prestasi akan kita ukir," tutupnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved