Krisis Air Bersih di Musim Kemarau

Sumur Bor Tenaga Surya di Suela Lombok Timur Senilai Rp1,3 Miliar Mangkrak, Warga Kesulitan Air

Sumur bor yang dibangun pemerintah pusat dengan anggaran Rp1,3 miliar pada tahun 2018 itu tidak bisa difungsikan

TRIBUNLOMBOK.COM/AHMAD WAWAN SUGANDIKA
Sumur bor bertenaga surya di Dusun Tejong Daye, Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Lombok Timur mangkrak. Sumur bor yang dibangun pemerintah pusat dengan anggaran Rp1,3 miliar pada tahun 2018 itu tidak bisa difungsikan. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Sumur bor bertenaga surya di Dusun Tejong Daye, Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Lombok Timur mangkrak.

Fasilitas yang dibangun pemerintah pusat dengan anggaran Rp1,3 miliar pada tahun 2018 itu tidak bisa difungsikan lagi.

Kepala Dusun Tenjong Daya, Fathurrahman mengungkap, awalnya sumur bos itu dibangun untuk membantu pasokan air bersih 203 KK.

"Semenjak saya jadi Kadus, sumur bor ini tidak pernah beroperasi, bahkan setelah diresmikan tidak pernah ada dari pihak pemerintah terkait yang berupaya untuk melakukan perawatan," ucapnya, ditemui TribunLombok.com, Minggu (10/9/2023).

Baca juga: NTB Keroyokan Tangani Kekeringan, Bangun Sumur Bor Hingga Embung

Sumur bor dengan bak penampung itu tampak tak terawat dikelilingi semak belukar.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga pun harus rela menyedot air di parit.

"Kita mengambil air dari saluran di bawah pasar Suela, itupun dengan kondisi air yang kotor," jelasnya.

Itu pun tidak gratis sebab warga perlu membayar Rp400 ribu.

Fathur menyebut, sumur bor ini menjadi harapan warga ketika musim kemarau tiba.

Dia berharap sumur bor ini bisa berfungsi lagi. Tak hanya menyuplai rumah warga, namun juga mengairi lahan pertanian.

Baca juga: Lombok Timur Bakal Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kekeringan, 9 Kecamatan Krisis Air Bersih

Ketua Pimpinan Pusat Nahdlatul Wathan Lale Syifaunnufus turun melihat langsung kondisi ini.

"Tadi saya lihat, itu amat sangat disayangkan, ke mana pemerintah, kenapa tidak dievaluasi kembali apa yang sudah mereka bangun," katanya.

Lale Syifa itu menilai pemerintah melakukan pembangunan tanpa memperhatikan kebermanfaatan.

Dia berharap pemerintah pusat mendengar dan menjawab keluhan masyarakat, apalagi masyarajat sebelumnya juga telah menaruh harapan besar dari adanya sumur bor itu.

"Makannya saya berharap dengan adanya kegiatan hari ini bisa menyelesaikan permasalahan yang dihadapi, dan tentu keluhan masyarakat bisa sampai ke pusat," katanya Caleg DPR RI Partai Gerindra ini.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved