Update Bentrok Pekerja Smelter di Morowali: Penyebab, Korban Tewas, Hingga 7 Orang Jadi Tersangka

Kericuhan pekerja PT GNI di Morowali Utara ini melibatkan TKA dengan pekerja lokal yang dipicu pro kontra mogok kerja

Tangkapan layar kanal YouTube Sekretariat Presiden
Kapolri Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan pers terkait kasus bentrok pekerja PT GNI di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (16/1/2023). Kericuhan pekerja PT GNI di Morowali Utara ini melibatkan TKA dengan pekerja lokal yang dipicu pro kontra mogok kerja sampai kemudian bentrok mengakibatkan 2 orang tewas. 

TRIBUNLOMBOK.COM - Akhirnya terungkap bentrok pekerja smelter PT Gunbuster Nickel Industri (GNI) di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, Sabtu (14/1/2023).

Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengungkap pemicu ricuh antara Tenaga Kerja Asing (TKA) dengan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di pabrik smelter tersebut.

Bentrok pekerja di PT GNI tersebut terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial TikTok, Twitter, Instagram hingga Minggu (15/1/2023).

Kericuhan pekerja ini melibatkan TKA dengan pekerja lokal.

Akibat dari bentrok itu, dua orang tewas, satu di antaranya TKA, dan korban lain merupakan pekerja lokal.

Dua korban bentrok di PT GNI yang tewas hingga saat ini belum diketahui identitasnya.

Baca juga: Nirwana Selle Tewas saat Bekerja, Aktivis HAM Catat 7 Insiden Kecelakaan di PT GNI Sejak 2020

Sementara itu, beberapa TKA dan TKI juga mengalami luka-luka.

Korban tewas akibat bentrokan PT GNI dua orang.

Dua korban yang tewas tersbeut merupakan satu tenaga kerja asing (TKA) dan satu pekerja lokal.

Kapolri membeberkan, awalnya muncul ajakan mogok kerja yang menimbulkan pro kontra sampai muncul upaya pemaksaan antarpekerja.

Aksi pemaksaan ini kemudian dibuat seolah-olah ada insiden pemukulan TKA dengan korban TKI.

“Sehingga ini yang kemudian memunculkan pengaruh provokasi dan kemudian mengakibatkan terjadinya penyerangan,” kata Kapolri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (16/1/2023) dikutip dari Tribunnews.

Lantas, video upaya pemaksaan ini kemudian disebarluaskan melalui video dan media sosial sehingga memantik aksi dari pekerja lainnya.

“Kemudian di situ ditolak dan diviralkan diprovokasi ada pemukulan dari TKA ke TKI,” urai Listyo.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved