Daftar Keunggulan Gedung IGD Terpadu RSUD NTB: Fasilitas Canggih Hingga Pelayanan Kelas Dunia

Gedung IGD terpadu RSUD NTB ini akan mulai beroperasi paling lambatnya di tanggal 16 Januari 2023

Penulis: Lalu Helmi | Editor: Wahyu Widiyantoro
TRIBUNLOMBOK.COM/LALU HELMI
Gedung IGD Terpadu RSUD NTB. Gedung IGD terpadu RSUD NTB ini akan mulai beroperasi paling lambatnya di tanggal 16 Januari 2023. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Lalu Helmi

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Instalasi Gawat Darurat (IDG) Terpadu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) NTB merupakan wajah baru dunia kesehatan yang ada di NTB.

Gedung IGD terpadu RSUD NTB di Mataram ini dilengkapi dengan fasilitasnya yang semakin canggih dan dokter-dokter serta tenaga kesehatan yang terampil.

RSUD NTB akan jadi Rumah Sakit yang terbaik di wilayah Indonesia Timur.

Tak hanya fasilitas yang memadai namun diketahui bahwa untuk operasi bedah jantung sudah bisa di lakukan di RSUP NTB, tidak perlu lagi keluar daerah.

Baca juga: Lowongan Kerja RSUD Provinsi NTB 2023: Jadwal, Formasi, dan Syaratnya

Kepala Instalasi Gawat Darurat di RSUD Provinsi NTB dr. Eko Widya Nugroho, S.p.Em mengatakan gedung IGD Terpadu saat ini memiliki lebih banyak tempat tidur yaitu 98 tempat tidur, dibandingkan dengan yang sebelumnya yang hanya 34 tempat tidur.

"Saat ini kita belum mengetahui apakah kita akan mendapatkan kesulitan atau tidak dengan adanya gedung yang baru ini. Dikarenakan belum memulai operasional, tapi harapannya karena kapasitasnya lebih, kemudian aksesnya lebih mudah sehingga dapat memaksimalkan pelayanan," ungkap dr. Eko, Sabtu (24/12/2022).

Gedung IGD Terpadu ini memiliki perbedaan dengan gedung yang lama.

Yakni kapasitasnya lebih besar dan lebih tepatnya desainnya lebih bagus.

Gedung baru ini dapat mencegah infeksi sehingga mencegah adanya penularan juga.

Baca juga: Gedung IGD Terpadu dan Trauma Center RSUD Provinsi NTB Jadi Nilai Tambah Event Internasional

"Kemudian di sini juga terintegrasi, jadi kamar operasi, ruang intensif, semua itu satu lantai sehingga kalau ada pasien yang melakukan perpindahan jadi lebih mudah," paparnya.

Sebanyak 113 tenaga kesehatan yang digunakan di gedung ini.

"Hitungan kita kemarin dengan desain yang baru ini dari 60 Nakes lalu menjadi 113. Ada 10 dokter utama dan sisanya perawat, security dan tenaga lainnya," urainya.

IGD Terpadu ini juga memiliki helipad yaitu untuk memindahkan pasien ke helikopter jika ada permintaan darurat dari pasien, itu dibutuhkan saat event di Mandalika berlangsung.

"Gedung IGD terpadu ini akan mulai beroperasi paling lambatnya di tanggal 16 Januari 2023," tutup dr. Eko.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved