Supir Truk Asal Lombok Timur Kedapatan Bawa 2,6 Kilogram Sabu dari Sumatera, Alasannya Coba-coba

Supir truk antarprovinsi ini kembali terjun ke bisnis haram narkoba meski sebelumnya mengaku sudah tobat

Penulis: Jimmy Sucipto | Editor: Wahyu Widiyantoro
TRIBUNLOMBOK.COM/JIMMY SUCIPTO
Supir truk pengedar narkoba 2,6 kilogram saat diinterogasi Diresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Deddy Supriadi (paling kiri) dan Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto (paling kanan), Rabu (7/12/2022). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Jimmy Sucipto

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Seorang supir truk antarprovinsi, W alias Cekok (49) ditangkap Polda NTB karena mengedarkan sabu.

Cekok ditangkap lantaran kedapatan membawa 2,6 kilogram sabu yang didapat dari salah satu provinsi di Sumatera.

Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Deddy Supriadi bersama Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto, saat konferensi pers di Mapolda NTB, Rabu (7/12/2022).

Ceoko mengaku, dirinya ingin coba-coba sabu lagi setelah meninggalkan bisnis haram itu sebelumnya.

Baca juga: 2 Emak-emak di Mataram Kepergok Simpan Sabu Dalam Bra, Hasil Jualannya Dipakai untuk Uang Saku Anak

"Baru mulai coba-coba lagi. Karena sudah sempat berhenti pada beberapa waktu lalu dulu," ungkap residivis narkotika tahun 2018 tersebut.

Tak tak tanggung-tanggung, asal Desa Masbagik Selatan, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur ini mebawa sabu 2,6 kilogram.

Namun aksi coba-cobanya itu berakhir ke penjara.

Cekok batal mendapatkan upah dari perannya mengedarkan sabu sebab barang haram itu belum sempat terjual seluruhnya.

Dia baru menjual 150 gram ke pengedar kecil.

Di sisi lain, Cekok rupanya juga seorang penyalahguna narkoba.

Cekok mengaku baru mengkonsumsi sabu seberat 1 gram saja dari total 2,6 kilogram yang dia bawa tersebut.

Kemudian baru bisa menjual sabu tersebut seberat 150 gram saja ke pengecer lainnya.

Cekok berjanji akan bertaubat dan tidak akan menyentuh narkotika lagi.

Baca juga: Polda NTB Amankan 2,8 Kilogram Sabu dan 10 Tersangka Selama Bulan November 2022

Sementara Deddy menjelaskan, Cekok ditangkap pada 23 November 2022, di Desa Rempung, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur.

Saat digeledah, Cekok kedapatan membawa 29 bungkus plastik bening yang berisikan kristal bening diduga sabu.

Dalam kasus ini, Cekok disangka melanggar Pasal 112 Ayat 2, Pasal 114 ayat 2, UU 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved