Angklung Jadi Google Doodle Hari Ini, Simak Sejarah dan Jenis-jenisnya
Angklung yang tampil di Google Doodle hari ini merupakan alat musik tradisional Jawa Barat yang pertama kali dibuat sekitar 400 tahun yang lalu
Istilah Dogdog Lojor sendiri sejatinya diambil dari nama salah satu instrumen dalam tradisi ini, yakni Dogdog Lojor.
Dalam fungsi tradisinya, Angklung ini dimainkan sebagai pengiring ritus bercocok-tanam.
Setelah masyarakat di sana menganut Islam, dalam perkembangannya, kesenian tersebut juga digunakan untuk mengiringi khitanan dan perkawinan.
3. Angklung Gubrag
Di Kabupaten Bogor, tepatnya di kampung Cipining, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor juga terdapat kesenian angklung, yang disebut Angklung Gubrag.
Menurut penuturan beberapa tokoh adat setempat, angklung ini telah berusia sangat tua dan digunakan sebagai kelengkapan upacara penghormatan terhadap dewi padi.
4. Angklung Badeng
Badeng merupakan kesenian yang menggunakan Angklung sebagai instrument utamanya.
Kesenian Badeng terdapat di Desa Sanding, Kecamatan Malangbong, Garut.
Seiring dengan perkembangan Islam, Kesenian Badeng juga digunakan untuk kepentingan dakwah dan juga hiburan.
5. Angklung Buncis
Angklung Buncis merupakan seni pertunjukan yang bersifat hiburan, di antaranya terdapat di Desa Baros, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung.
Pada masa awal kelahirannya, angklung buncis berfungsi sebagai kelengkapan penyelenggaraan upacara pertanian.
Beberapa jenis angklung tradisional di Jawa Barat lain dengan nama yang berbeda-beda, antara lain Angklung Badud (Priangan Timur/Ciamis), Angklung Bungko (Indramayu), dan Angklung Ciusul (Banten).
(TribunLombok.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/google-doodle-angklung.jpg)