Senin, 11 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Angklung Jadi Google Doodle Hari Ini, Simak Sejarah dan Jenis-jenisnya

Angklung yang tampil di Google Doodle hari ini merupakan alat musik tradisional Jawa Barat yang pertama kali dibuat sekitar 400 tahun yang lalu

Tayang:
Tangkap laya google.com
Google Doodles hari ini Angklung. Angklung yang tampil di Google Doodle hari ini merupakan alat musik tradisional Jawa Barat yang pertama kali dibuat sekitar 400 tahun yang lalu. 

TRIBUNLOMBOK.COM - Antarmuka laman pencarian Google hari ini menampilkan Doodle Angklung.

Tampilan Google Doodle hari ini memperingati hari Angklung.

Doodle menampilkan 6 orang dengan pakaian warna warni memainkan alat musik Angklung.

UNESCO secara resmi menyatakan angklung sebagai barang Warisan Dunia pada 16 November 2010.

Dikutip dari Doodles, alat musik Angklung dimainkan untuk menyambut tamu terhormat ke Istana Kepresidenan Indonesia.

Baca juga: Google Doodle Hari Ini HR Rasuna Said: Singa Betina dari Minang yang Lantang Menentang Kolonial

Sejarah Angklung

Angklung berasal dari Jawa Barat dan pertama kali dibuat 400 tahun yang lalu.

Awalnya, alat musik dari bambu ini dibuat karena penduduk yakin alunannya menarik perhatian Dewi Sri.

Dewi Sri ini diyakini sebagai dewi padi dan kemakmuran.

Pada musim panen, penduduk memainkan Angklung sembari berharap hasil panen melimpah.

Dikutip dari laman Kemdikbud, Angklung adalah alat musik tradisional Indonesia yang terbuat dari bambu dan dibunyikan dengan cara digoyangkan.

Alat musik ini berasal dari Tanah Sunda. Kata Angklung berasal dari Bahasa Sunda “angkleung-angkleungan” yaitu gerakan pemain Angklung dan suara “klung” yang dihasilkannya.

Secara etimologis, Angklung berasal dari kata “angka” yang berarti nada dan “lung” yang berarti pecah.

Jadi Angklung merujuk nada yang pecah atau nada yang tidak lengkap.

Kesenian angklung merupakan salah satu jenis kesenian tradisional yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, sehingga ia mampu bertahan di tengah terjangan arus modernisasi.

Bahkan kesenian angklung ini telah mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai The Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity. Angklung sebagai warisan budaya dunia milik Indonesia yang dideklarasikan pada pada 16 Januari 2011.

Alat musik angklung sudah ada di Tatar Sunda semenjak zaman Kerajaan Sunda. Beberapa catatan dari orang Eropa yang melakukan perjalanan ke Tanah Sunda pada abad ke-19 mengatakan bahwa di daerah ini sering terlihat “permainan” angklung oleh orang-orang setempat.

Angklung memang juga dikenal di daerah-daerah lain di Pulau Jawa, tetapi di tanah Sunda alat musik ini lebih populer.

Sedangkan di Jawa Barat, angklung telah dimainkan sejak abad ke-7.

Orang – orang baduy dari Desa Kanekes masih memainkan angklung tradisional dalam beberapa upacara tradisional mereka.

Baca juga: PROFIL Ellya Khadam Boneka dari India yang Jadi Google Doodle Hari Ini, Inilah Deretan Karyanya

Di perbatasan Cirebon dan Indramayu, tepatnya di Desa Bungko, ada jenis lain dari angklung yang diberi nama angklung bungko yang diyakini telah berusia 600 tahun dan masih terawat dan dipelihara meskipun tidak lagi digunakan.

Di Desa Cipining, Bogor terdapat angklung gubrag yang menurut cerita rakyat setempat berawal dari bencana gagal panen yang menyebabkan kelaparan.

Masyarakat setempat percaya bahwa bencana tersebut terjadi karena kemarahan Dewi Sri.

Penduduk kemudian melakukan ritual dengan pertunjukan seni angklung untuk mengundang kembali Dewi Sri agar turun ke bumi dan memberikan berkahnya bagi kesuburan tanaman padi.

Jenis-jenis Angklung

1. Angklung Kanekes

Angklung Kanekes adalah Angklung yang dimainkan oleh masyarakat Kanekes (Baduy), di daerah Banten.

Masyarakat Kanekes masih memegang erat dan melaksanakan tradisi menggunakan Angklung untuk berbagai jenis upacara tradisional, khususnya yang berkaitan dengan aktivitas pertanian, bukan semata-mata untuk hiburan.

2. Angklung Dogdog Lojor

Kesenian Dogdog Lojor terdapat di lingkungan masyarakat Kasepuhan Pancer Pangawinan, yang mendiami sekitar Gunung Halimun, yang berbatasan dengan wilayah Jakarta, Bogor, dan Lebak.

Baca juga: Sosok Dokter Marie Thomas yang Ada di Google Doodle Hari Ini, Dokter Perempuan Pertama di Indonesia

ilustrasi alat musik angklung
Alat musik Angklung.

Istilah Dogdog Lojor sendiri sejatinya diambil dari nama salah satu instrumen dalam tradisi ini, yakni Dogdog Lojor.

Dalam fungsi tradisinya, Angklung ini dimainkan sebagai pengiring ritus bercocok-tanam.

Setelah masyarakat di sana menganut Islam, dalam perkembangannya, kesenian tersebut juga digunakan untuk mengiringi khitanan dan perkawinan.

3. Angklung Gubrag

Di Kabupaten Bogor, tepatnya di kampung Cipining, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor juga terdapat kesenian angklung, yang disebut Angklung Gubrag.

Menurut penuturan beberapa tokoh adat setempat, angklung ini telah berusia sangat tua dan digunakan sebagai kelengkapan upacara penghormatan terhadap dewi padi.

4. Angklung Badeng

Badeng merupakan kesenian yang menggunakan Angklung sebagai instrument utamanya.

Kesenian Badeng terdapat di Desa Sanding, Kecamatan Malangbong, Garut.

Seiring dengan perkembangan Islam, Kesenian Badeng juga digunakan untuk kepentingan dakwah dan juga hiburan.

5. Angklung Buncis

Angklung Buncis merupakan seni pertunjukan yang bersifat hiburan, di antaranya terdapat di Desa Baros, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung.

Pada masa awal kelahirannya, angklung buncis berfungsi sebagai kelengkapan penyelenggaraan upacara pertanian.

Beberapa jenis angklung tradisional di Jawa Barat lain dengan nama yang berbeda-beda, antara lain Angklung Badud (Priangan Timur/Ciamis), Angklung Bungko (Indramayu), dan Angklung Ciusul (Banten).

(TribunLombok.com)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved