Berita Lombok Timur

Soal Pembangunan KIHT di Lombok Timur, Aktivis Sebut Ada Kongkalikong dan Minta Aparat Turun Awasi

Aktivis Kerja Rakyat Nasional (Jangkarnas) buka suara terkait proyek pembangunan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) di Lombok Timur.

TRIBUNLOMBOK.COM/AHMAD WAWAN SUGANDIKA
Soal Pembangunan KIHT di Lombok Timur, Aktivis Sebut Ada Kongkalikong dan Minta Aparat Turun Awasi - Sejumlah aktivis Masbagik suarakan keluhan atas pembangunan KIHT di Lombok Timur. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Aktivis Kerja Rakyat Nasional (Jangkarnas) buka suara terkait proyek pembangunan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) di Lombok Timur.

Pembangunan yang dilakukan di eks Pasar Paok Motong, Kecamatan Masbagik itu sudah mulai berjalan sejak sepekan ini.

Ketua Jangkarnas, Aldafi Gita Purnadi menyebut ada dugaan kongkalikong dalam proyek ini yang merugikan masyarakat.

"Pembangunan KIHT ini saya menduganya ada 'kongkalikong' antara pihak perusahaan pemenang tender yang infonya, di beberapa daerah diblacklist oleh pihak dinas/instansi tekait diprovinsi dan PPK."

Baca juga: Respons Pembangunan KIHT, Ketua MUI: Tidak Ada Sosialisasi Serius, Batalkan Saja!

"Serta adanya oknum di desa ikut bermain dalam proyek ini," tuturnya, Minggu (25/9/2022).

Pria yang akrab disapa Gitoq ini juga mendesak pihak berwajib atau Aparat Penegak Hukum agar turut melakukan pengawalan dan pengawasan proses pembangunan.

"Kita harapkan pihak berwajib juga mengawal jalannya pembangunan ini, agar proyek besar di Masbagik ini tidak menjadi bancahan pihak-pihak berwatak jahat, sebab disinyalir ada kongkalikong sejak dimulainya proses lelang," tegasnya.

Lebih jauh, ia meminta Kepala Jaksa Agung RI untuk menginstruksikan Kejati NTB menurunkan tim intel untuk memantau jalannya pembangunan proyek KIHT di eks Pasar Paok Motong ini.

Baca juga: Soal KIHT di Lombok Timur, Kades Paok Motong Minta Pemerintah Gencarkan Sosialisasi ke Masyarakat

Gitoq berharap pembangunan itu berjalan baik dan berdampak positif demi mensejahterakan masyarakat sekitar.

Tegas Gitoq mengingatkan, tidak boleh ada oknum yang menjadikan proyek pembangunan KIHT untuk bermain-main sendiri atau memperkaya diri sendiri.

"Proyek ini kurang lebih nilainya Rp27 milyar lebih dan dimenangkan tendernya oleh PT Unggul Sekoja yang dianggap tidak bona fide mengerjakan proyek dengan anggaran besar, sebab dibeberapa daerah sudah diberi coretan Tinta Hitam," tuturnya.

Senada dengan yang disampikan Jangkarnas, Direktur Formicas Zuarno Saputra, mengatakan akan mengawal proyek ini sampai selesai, termasuk oknum-oknum di lapangan.

Selain itu, ia juga meminta agar proyek yang akan menelan anggaran puluhan miliyar itu benar-benar dikawal oleh aparat penegak hukum, terutama kejati NTB.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved