Kematian Brigadir J

LPSK: 14 Tahun Kami Berdiri, Istri Ferdy Sambo Satu-satunya Pemohon yang Tak Mau Dimintai Keterangan

LPSK mengaku baru pertama kali menangani kasus seperti istri Ferdy Sambo. Pasalnya, Putri Candrawathi tak mau atau tidak bisa dimintai keterangan.

Editor: Irsan Yamananda
Tangkap Layar Kompas TV
Putri Candrawathi, istri irjen Ferdy Sambo mendatangi Mako Brimob, Minggu (7/8/2022). LPSK mengaku baru pertama kali menangani kasus seperti istri Ferdy Sambo. Pasalnya, Putri Candrawathi tak mau atau tidak bisa dimintai keterangan. 

TRIBUNLOMBOK.COM - Permohonan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, dianggap paling unik.

Klaim tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Edwin Partogi Pasaribu.

Putri Candrawathi sendiri sempat mengajukan permohonan terkait kasus kekerasan seksual.

"Ibu PC adalah pemohon perlindungan yang paling unik kepada kasus kekerasan seksual yang saya tangani, dan pembuktian secara hukum," ujar Edwin, dalam acara Gathering Media di Bandung, Jawa Barat, Jumat (23/9/2022) seperti dikutip dari Kompas.

LPSK menyebutnya untuk karena Putri Candrawathi tidak mau dimintai keterangan.

Menurutnya, baru kali ini ada pemohon yang tidak mau menyampaikan apapun untuk proses perlindungan.

Padahal, keterangan Putri dibutuhkan untuk proses verifikasi kasus.

"Satu-satunya pemohon sepanjang LPSK berdiri yang tidak bisa (atau) tidak mau dia menyampaikan apapun kepada LPSK. Padahal, dia yang butuh LPSK," kata Edwin.

"Hanya ibu PC pemohon yang seperti itu selama 14 tahun LPSK berdiri," ujarnya melanjutkan.

Padahal, kata Edwin, LPSK sering memberikan perlindungan kepada korban pelecehan seksual.

Baca juga: Dapat Perlakuan Khusus, Brigadir J Sudah Dianggap Keluarga oleh Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi

Diketahui Putri Candrawathi sempat mengajukan perlindungan kepada LPSK pada 14 Juli 2022 atau sepekan setelah peristiwa penembakan Brigadir J (Nofriansyah Yoshua Hutabarat) terjadi.

Putri Candrawathi mengajukan perlindungan kepada LPSK berbarengan dengan Bharada E atau Richard Eliezer yang disebut menembak Brigadir J bersama Ferdy Sambo.

Namun, saat hendak diperiksa, Putri Candrawathi menolak. Pihak Putri meminta agar LPSK segera melindungi Putri tanpa pemeriksaan.

Saat itu, LPSK menolak dan tetap meminta pemeriksaan ulang dari psikolog milik mereka sendiri.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved