Dugaan Pidana Joki Cilik Pacuan Kuda Terus Digodok Polda NTB, 2 Staff Ahli Berangkat ke UGM

Polda NTB menjelaskan bahwa mereka akan menggunakan pendapat dari pakar ahli terkait joki cilik pacuan kuda.

TribunLombok.com/Istimewa
ILUSTRASI. Pacuan kuda di NTB yang melibatkan anak secara aktif sebagai joki. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Jimmy Sucipto

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Dugaan penyimpangan olahraga dan tradisi pacuan kuda yang kerap menggunakan joki cilik di Pulau Sumbawa, NTB, masih terus digodok oleh Polda NTB.

Meski mendapat berbagai pro dan kontra, Polda NTB menjelaskan bahwa mereka akan menggunakan pendapat dari pakar ahli terkait joki cilik pacuan kuda.

Dan melalui pakar ahli, Polda NTB akan memutuskan bahwa kasus joki cilik ini memiliki tindak pidana atau tidak.

“Kalau kita mendapat petunjuk adanya tindak pidana, baru kita naikan ke proses lidik,” Kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB, Kombes Pol Teddy Ristiawan, Rabu (21/9/2022).

Baca juga: Tegas! Pemprov NTB Tendang PT GNE dari Gili Trawangan

Diketahui sebanyak 15 saksi telah diperiksa oleh Polda NTB, saat mendalami kasus ini.

Sebaliknya, bila Polda NTB tidak mencium adanya tindak pidana, Teddy berjanji Polda NTB akan memberikan kepastian hukum, serta menghentikan kasus ini.

Baca juga: Kongkalikong ASN Pemprov NTB Korupsi Rp14,5 Miliar, Berikut Kronologinya hingga Ditetapkan Tersangka

Masih Teddy menjelaskan, dalam pertimbangan adanya tindakan hukum atau tidak, Polda NTB telah mengutus berbagai ahli untuk berkunjung ke Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta beberapa waktu lalu.

Adapun ahli-ahli yang diterjunkan oleh Polda NTB seperti Ahli Pidana dan Ahli Budaya.

“Di sana ahli yang sudah kami kirim akan melakukan pemeriksaan terkait adanya bukti pidana atau tidak,” tandas Teddy.

Baca juga: Waspada Potensi Ancaman WNA, Tim Pengawas Orang Asing NTB Lakukan Rakor

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved